Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Tabana Bangun, M.Si., menerima kunjungan Audiensi dan Silaturahmi Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri. Selasa (12/9/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Sekretaris Umum LAM Provinsi Kepri Dato Wira H. Raja Alhafiz, Ketua 1 Dato Wira Endi Maulida, Ketua 2 Wira Dr. H. Atmadinata M, Ketua 3 Dato Wira Zamzami A. Karim, Dato Wira Dr. Dra. Syarifah Normawati Hamid, Dato Wira Hj. Riawina, Dato Wira Ananda Octa Pratama.

Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Tabana Bangun, M.Si., menyampaikan bahwa kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Lembaga Adat Melayu (LAM) ke Polda Kepri karena telah memberikan kami kesempatan untuk memperoleh pengetahuan yang berharga di sini.

“Untuk pembangunan yang dikelola BP Batam dan diiringi oleh instansi terkait, kami dari kepolisian hanya memfokuskan peran kami pada sektor keamanan. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya mengenai penggunaan gas air mata yang terjadi di Kantor LAM Provinsi Kepri, penting untuk dicatat bahwa anggota kami telah mendapatkan pelatihan yang sangat rinci mengenai prosedur penggunaan gas air mata. Namun, ketika dihadapi dengan serangan fisik seperti lemparan-lemparan batu kami terpaksa menggunakan gas air mata sebagai tindakan pertahanan. Perlu dijelaskan juga bahwa masuknya gas air mata ini ke dalam sekolah itu tidak disengaja dan ini disebabkan oleh tiupan angin yang mengarah kesekolah tersebut,” tegas Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Tabana Bangun, M.Si.

Lebih lanjut, dikesempatan yang sama Sekretaris Umum LAM Provinsi Kepri Dato Wira H. Raja Alhafiz juga menyampaikan terimakasih atas sambutan dari Bapak Kapolda Kepri dan Kedatangan kami pada hari ini telah direncanakan dengan matang. Tujuan utama kami adalah untuk menyampaikan surat yang telah disusun dengan sangat rinci dalam upaya memastikan keamanan dan perlindungan masyarakat. Kami juga berharap untuk melihat langsung kondisi mereka yang sedang ditahan. Lebih dari itu, kami memiliki niat tulus untuk menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi di Pulau Rempang Galang melalui pendekatan damai dan musyawarah. Saya juga sangat berterimakasih atas permintaan maaf Kapolda Kepri terkait insiden penembakan gas air mata di gedung LAM Batam dan kami disini ingin duduk bersama dengan Bapak-bapak sekalian dan seluruh masyarakat Pulau Rempang serta Galang, sehingga kita dapat mencapai kesepahaman yang bermanfaat untuk semua pihak.

Dalam doorstopnya, Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., juga menyampaikan Keberadaan kami di sini juga sejalan dengan peristiwa yang baru-baru ini terjadi di BP Batam, yang telah menarik perhatian para orang-orang tua kita dari Lembaga Adat Melayu di wilayah Kepulauan Riau. Kehadiran mereka di pertemuan dengan Bapak Kapolda Kepulauan Riau bertujuan untuk menyampaikan pesan yang dapat memberikan ketenangan kepada seluruh masyarakat di Kepulauan Riau. Kami mengundang anda semua untuk mendengarkan dengan seksama apa yang akan disampaikan oleh orang tua kita.

 

Selanjutnya, Sekretaris Umum LAM Provinsi Kepri Dato Wira H. Raja Alhafiz mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan media karena pada kesempatan ini kami dari Lembaga Adat Melayu ingin menyampaikan pesan yang sangat penting kepada rekan-rekan media yang hadir bersama kami. Kami sangat menyayangkan terjadinya peristiwa-peristiwa yang telah kita saksikan. Oleh karena itu, kami bersama dengan Kapolda Kepulauan Riau, telah sepakat untuk menjadikan masa depan lebih baik dengan menghindari insiden seperti demo yang meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban.

“Kami percaya bahwa demo bukanlah jalan yang menguntungkan, tetapi justru merugikan kita semua. Oleh karena itu, kami mengajak pihak keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk duduk bersama dalam sebuah musyawarah dan dialog. Tujuannya adalah agar segala hal yang kita inginkan dapat berjalan seperti biasa, sambil menjaga hak-hak masyarakat agar tidak terganggu atau terabaikan,” tegas Sekretaris Umum LAM Provinsi Kepri Dato Wira H. Raja Alhafiz.

“Terakhir, Suku Melayu ini identik dengan Islam. Islam adalah rahmatan lil alamin yang berarti rahmat bagi seluruh alam. Ini adalah hak kita semua untuk menjalankan keyakinan kita dengan damai. Insya Allah, kami akan hadir disini untuk melakukan dialog yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama, sehingga tidak akan ada lagi demo yang meresahkan masyarakat, terutama di Kota Batam dan kepulauan sekitarnya,”