Tribratanews.kepri.polri.go.id – Polda Kepri dan jajaran mengawasi pembelian dan peredaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol. Teguh Widodo, meminta jajaran Polresta dan Polres-Polres di Kepri, mengawasi dan memantau aktivitas di SPBU.

”Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Kami akan memantau pembelian BBM di beberapa SPBU yang ada di Batam,” kata Kombes Teguh, Kamis (1/9/2022).

Ia meminta kepada pengelola SPBU tidak curang dan menyalurkan BBM sesuai ketentuan. Jika ada pelanggaran, Teguh memastikan akan memberikan tindakan tegas.

Kepada masyarakat, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri meminta agar tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

”Sampaikan saja ke kami, jika ada penimbunan atau penyalahgunaan BBM. Setiap informasi atau laporan yang masuk, akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Hingga berita ini ditulis tadi malam, belum ada informasi kenaikan BBM bersubsidi. Pantauan Batam Pos kemarin, tidak ada lagi antrean pengisian di beberapa SPBU di Batam.

Sementara itu, di tengah isu kenaikan harga BBM bersubsidi yang tak kunjung terjawab, PT. Pertamina mengambil kebijakan menurunkan harga
BBM non subsidi. Penurunan harga BBM non subsidi itu terhitung mulai Kamis (1/9) pukul 00.00.

Adapun penurunan harga itu berlaku untuk produk pertamax turbo (RON 98), dexlite (CN 51), dan pertamina dex (CN 53).

”Harga jenis BBM umum (JBU) bersifat fluktuatif mengikuti perkembangan tren minyak dunia, di antaranya acuan harga rata-rata produk minyak olahan Mean of Platts Singapore (MOPS/argus),” jelas Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, kemarin.