Tribratanews.kepri.polri.go.id – Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang menolak gugatan praperadilan tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Pekerja Migran Indonesia (PMI) illegal yang diajukan tersangka Andi Ruslan. Putusan dijatuhkan Hakim PN Tanjungpinang Anggalanto Boang Manalu SH dalam sidang putusan di PN Tanjungpinang. Rabu (18/5/2022).

Dalam putusanya, Hakim Anggalanto Boang mengatakan : “Menolak seluruh gugatan praperadilan yang diajukan pemohon terhadap Polres Bintan”.

“Menyatakan, seluruh proses penyidikan yang dilakukan Polisi terhadap kasus Aquo, sudah sesuai dengan aturan dan prosedural hukum yang berlaku. Membebankan biaya perkara pada Pemohon,” ujarnya.

Pembacaan putusan ini, dihadiri oleh tersangka Andi Ruslan melalui Kuasa Hukumnya, dan pihak Termohon Polres Bintan yang dihadiri Bidang Hukum (Bidkum ) Polda Kepri, Satreskrim Polres Bintan serta Si Kum Polres Bintan.

Dengan putusan Pengadilan ini, Bidkum Polda Kepri melalui Kasat Satreskrim Polres Bintan Iptu Ardianiki, mengatakan, akan segera merampungkan proses penyidikan kasus tersangka, dan melakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk segera melakukan pelimpahan Berkas Perkara.

“Dengan putusan ini, kami akan langsung koordinasi dengan pihak JPU untuk proses selanjutnya, dan Berkas Perkara kasus tersebut sudah Tahap 1 dikirim kepada JPU”, ujar Kasat Reskrim Polres Bintan.

Sebelumnya, tersangka tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Pekerja Migran Indoensia Illegal, Andi Gani mengajukan gugatan praperadilan atas sah tidaknya penangkapan dan penetapan tersangka ke PN Tanjungpinang.

Atas guatan praperadilan ini, penyidik Polres Bintan dan Bidkum Polda juga menurun Tim Kuasa hukumnya untuk menghadapi gugatan Praperadilan tersangka tersebut di PN Tanjungpinang.