Tribratanews.kepri.polri.go.id – PENYAKIT Mulut dan Kaki (PMK) yang menyerang hewan ternak berkaki empat di Indonesia terus bertambah. Kalau sebelumnya, Provinsi Jawa Timur dan Nanggroe Aceh Darussalam yang dilanda wabah PMK, kini penyakit tersebut juga sudah masuk ke wilayah Provinsi Jawa Barat.

Di Jawa Barat setidaknya sudah ada dua kabupaten yang hewan ternaknya terinfeksi PMK, yaitu Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.

Dinas Peternakan Kabupaten Garut melaporkan, sebanyak 299 sapi yang tersebar di tujuh kecamatan di kabupaten tersebut terinfeksi PMK. Dari jumlah itu, lima ekor di antaranya mati dan tujuh ekor lainnya terpaksa harus dipotong paksa.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut, Sofyan Yani, kronologi penemuan kasus tersebut berawal dari laporan yang diterima dinasnya antara tanggal 5 sampai 8 Mei 2022.

Dalam laporan tersebut, ungkap Yani, terdapat sebanyak 370 ekor ternak yang diduga terinfeksi PMK. “Dari jumlah tersebut, 299 di antaranya dilaporkan positif terinfeksi PMK,” ujarnya.

Yani mengakui, sebelum dipastikan adanya ternak yang terinfeksi PMK, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan ke lapangan. Kemudian ditindaklanjuti Tim Surveilans dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi (DKPP) Jawa Barat dan Balai Veteriner Subang dengan pengambilan sampel.

“Dari hasil pemeriksaan sampel yang dilakukan oleh Balai Veteriner Subang, tercatat ada 299 sampel yang positif PMK. Hasil pemeriksaan ini keluar pada Senin, 9 Mei 2022,” ungkapnya.

Sementara itu, di Provinsi Aceh terdapat dua kabupaten yang dilanda wabah PMK, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur. Sedangkan empat kabupaten di Jawa Timur yaitu Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.
Data Kementerian Pertanian menyebutkan, jumlah kasus hewan ternak yang terinfeksi PMK di Jawa Timur sebanyak 3.205 ekor dengan kasus kematian mencapai 1,5 persen. Sementara kasus positif  PMK di Aceh sebanyak 2.226 ekor dengan kasus kematian 1 ekor.

Terkait kasus PMK ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat pun sudah menyiapkan strategi dan rencana penutupan jalur pengeluaran ternak dan pasar ternak.

Tak hanya itu, DKPP Jabar juga melakukan penutupan pemasukan media pembawa, dan melakukan pengawasan lalu lintas ternak terutama di dua titik pemeriksaan wilayah Losari dan Banjar.

Menurut Kepala DKPP Provinsi Jawa Barat, Moh. Arifin Soedjayana, untuk mengantisipasi wabah PMK ini, pihaknya juga sudah membentuk unit respons cepat guna mencegah penularan PMK pada hewan ternak. (Efrie Christianto)***