Tribratanews.kepri.polri.go.id – PENINGKATAN pengawasan terhadap arus lalu lintas peredararan hewan kurban, akan terus dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat menjelang Hari Raya Iduladha 1443 H tahun ini

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, dalam sebuah acara di Kota Bandung, seperti dikutip dari jabarprov.go.id, Senin, 16 Mei 2022.

Wagub mengatakan, pengawasan dilakukan guna mengantisipasi kemunculan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), ataupun penyakit menular lainnya pada hewan ternak, khususnya sapi.

Sebagaimana diketahui, Hari Raya Iduladha identik dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban dan akan jatuh sebentar lagi.

Menurut wagub, pihaknya pun telah melakukan sejumlah upaya, seperti  membentuk Satuan Tugas PMK, hingga berkoordinasi dengan para bupati/ wali kota terkait melakukan pemantauan terhadap pergerakan hewan ternak di Jawa Barat.

“Agar diperiksa apakah sudah lulus kesehatan dari tempatnya berangkat atau tidak. Kalau tidak, kami dengan berat hati akan memulangkannya kembali ke daerah asalnya,” katanya.

“Selain itu, imunisasi terhadap hewan ternak juga tentunya terus akan terus diupayakan tiada lain demi menjaga kesehatan masyarakat apalagi menjelang Hari Raya Iduladha,” tegasnya.

Wagub menambahkan, antisipasi dilakukan sejak saat ini, karena tidak jarang para pengusaha sudah mulai mendistribusi hewan ternak khususnya untuk kebutuhan kurban dari luar Jawa Barat, jauh- jauh hari sebelum momen Iduladha tiba. Ini dilakukan supaya para penjual bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan. Bila sudah mendekati hari H Idul Adha tentu harga sudah semakin tinggi.

“Karena kalau beli (hewan kurban) dekat- dekat (Iduladha) keuntungannya lebih sedikit. Maka persiapan pemerintah juga dimulai dari sekarang. Jadi ketika para pengusaha mulai bergerak kita siap mengawasi,” ucapnya.

Wagub menuturkan, bahwa kebutuhan daging Jawa Barat pada dasarnya memang sudah cukup tinggi. Terutama di kota-kota besar didorong taraf hidup masyarakatnya. Menjelang Idul Adha, dipastikan kebutuhan akan hewan ternak meninggi, tentu Pemda Provinsi Jabar perlu antisipasi ekstra.

“Sampai hari ini memang belum ditemukan (temuan) yang signifikan, tapi selesai Lebaran para pengusaha mulai kembali bergerak di sektor perternakan, saat pengusaha bergerak kami sudah siap. Saya ditugaskan Pak Gubernur mengecek di berbagai tempat, karena ini kan menyangkut kesehatan masyarakat Jabar,” tuturnya. (Efrie Christianto)***