Tribratanews.kepri.polri.go.id-Secara teoritis, pencegahan kejahatan lingkungan yang baik sedapat mungkin harus menyentuh kepentingan manusia, lingkungan dan binatang. Prinsip dasar dari pencegahan kejahatan perlu dipandu oleh pertimbangan dari keseimbangan ekologis dan dari perspektif manusia, kewarganegaraan secara ekologis. Dengan demikian, hukum manusia dan hak azasi manusia harus diperlembut oleh pengakuan, di mana kepentingan manusia dengan intim berhubungan dengan kesejahteraan dari planet secara keseluruhan. Intervensi manusia, tentang segala hal, perlu dipertimbangkan dari sudut ini. Dalam prakteknya, hal ini berarti bahwa generasi masa kini harus bertindak bijak, dalam cara-cara yang tidak membahayakan keberadaan dan kualitas hidup dari generasi masa depan. Hal itu juga berarti bahwa kita harus memperluas komunitas moral untuk mencakup alam yang bukan manusia. Dengan melakukan itu, kita memasuki satu politik baru tentang kewajiban : di dalam pandangan ekologis, manusia mempunyai kewajiban pada binatang, pohon, pegunungan, samudera, dan anggota lain dari komunitas biotik. Artinya manusia itu harus berlatih untuk memberikan perhatian ekstrim sebelum memulai suatu  proyek apapun yang mungkin mempunyai kemungkinan membawa dampak yang kurang baik bagi ekosistem.

Pandangan tertentu dari kewarganegaraan ekologis dengan begitu berpusat pada kewajiban manusia kepada semua makhluk hidup, dan mengharuskan kita untuk secara hati-hati mengkaji dampak dari aktivitas manusia melintasi jangkauan manusia serta bukan manusia. Dalam rangka untuk mencapai hal ini, bagaimanapun, kita perlu untuk menjelaskan apakah pencegahan kejahatan adalah benar-benar ditujukan untuk memastikan penurunan kemungkinan perusakan lingkungan. Sebagai contoh, apakah benar pencegahan kejahatan lingkungan dapat memastikan kapal tangki minyak dalam keadaan rapi dan dengan ketat diatur pada saat transportasi minyak mereka? Jelas jenis dan luas pencegahan kejahatan lingkungan akan didikte oleh pikiran dari kepentingan diri manusia, demikian pula ancaman potensial pada alam lingkungan, binatang dan mata pencarian.

Salah satu dari amanat dari “green criminology” adalah harus membantu perkembangan perhatian, analisis dan tindakan yang lebih besar dalam memperhatikan perusakan lingkungan. Dari segi pandangan pencegahan kejahatan lingkungan, tugas adalah baik instrumental dan simbolis. Kita ingin memasuki tempat strategi yang melindungi orang-orang, tempat dan mahluk tertentu. Pada saat bersamaan, kita ingin mengisyaratkan kepada komunitas secara keseluruhan bahwa proyek tertentu adalah signifikan dan bahwa melalui itu menyatakan nilai kolektif kita tentang ”apa yang berharga”. Sebagai contoh, penetapan dari ”zona hijau” dalam wilayah tertentu adalah penting, tidak hanya karena hal itu mengucilkan wilayah tertentu dari interaksi manusia, tetapi hal itu juga mengirimkan suatu pesan kuat bahwa keselamatan ekologi adalah penting.

Penulis    : Adrian Boby

Editor      : Nora Listiawati

Publisher : Adrian Boby