Tribratanews.kepri.polri.go.id-Jumlah kasus COVID-19 terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Angka kasus ini tentu tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan dan APD yang tersedia di rumah sakit.

Akibatnya, tidak sedikit petugas medis yang gugur saat menangani pasien COVID-19. Mulai dari dokter, perawat, hingga pekerja pembersih ruangan.

Menurut laporan dari sejumlah media, tidak sedikit dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya berusaha menjaga diri mereka dari virus dengan jas hujan sekali pakai. Jas hujan yang dijual di pasaran tentu tidak sebanding dengan APD yang memenuhi standar.

Bagaimana tidak, tujuan dari alat pelindung adalah untuk melindungi para tenaga kesehatan dari percikan infeksi COVID-19. Bahkan, penggunaan APD tidak menjamin mereka terhindar dari paparan virus.

Pikiran tentang risiko tinggi terkena infeksi virus COVID-19 akibat kekurangan APD terus menghantui mereka. Namun, hal tersebut tidak menghentikan para tenaga kesehatan untuk tetap bertugas dan menangani pasien COVID-19, terlepas dari perlindungan diri yang tidak maksimal.

Siapa Saja yang Perlu Menggunakan APD?

Penggunaan alat pelindung diri yang telah disebutkan di atas hanya untuk tenaga medis yang merawat dan mengobati pasien terduga atau terkonfirmasi COVID-19, terutama yang berada di rumah sakit.

Selain itu, APD tersebut juga perlu digunakan oleh petugas kebersihan yang membersihkan ruang perawatan dan ruang isolasi pasien COVID-19 di rumah sakit.

Bagi masyarakat yang bukan tenaga medis atau petugas kebersihan di rumah sakit, APD yang disarankan untuk digunakan hanyalah masker kain dan sarung tangan. APD tersebut juga digunakan hanya untuk orang yang merawat orang yang sakit di rumah. Saat bepergian ke luar rumah, APD yang perlu dipakai hanyalah masker kain.

Selain mengenakan masker kain, untuk melindungi diri dari COVID-19, Anda juga perlu menerapkan physical distancing, mencuci tangan secara rutin, serta menjaga daya tahan tubuh tetap kuat.

Prosedur Penanganan APD Bekas Pakai.

Setelah selesai digunakan, APD sekali pakai maupun yang bisa dipakai ulang harus dimasukkan ke dalam kantong plastik khusus dan dikemas secara terpisah

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan APD bekas pakai:

Tidak meletakkan APD bekas pakai secara sembarangan, baik di lantai atau permukaan benda lain, seperti meja, kursi, atau loker.

  1. Tidak membongkar kembali APD bekas pakai yang telah dikemas dalam plastik khusus.
  2. Tidak mengisi kantong plastik khusus APD bekas pakai terlalu penuh.
  3. Bersihkan diri atau mandi setelah menggunakan APD.

Alat pelindung diri yang dibutuhkan oleh tenaga medis dalam penanganan COVID-19 memang banyak karena mereka berada di garis terdepan saat pandemi ini dimulai.

Oleh karena itu, kontribusi Anda sebagai masyarakat membantu para dokter dan tenaga kesehatan lainnya mendapatkan APD ternyata cukup penting.

 

Editor   : Nora

Publish : Juliadi

Penulis : Joni kasim