Tribratanews.kepri.polri.go.id-Pembahasan selanjutnya, akan kita lanjut ke tarif pajak ini. Semuanya sudah diatur oleh undang-undang dan peraturan daerah masing-masing. Berikut akan kita bahas besaran dan cara perhitungan tarif pajak ini.

Pasal 6 UU tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menuliskan, penetapan terhadap pajak kendaraan bermotor ditetapkan sebagai berikut :

Untuk kendaraan bermotor pertama pertama paling rendah sebesar 1% dan paling tinggi sebesar 2%. Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua dan seterusnya, tarif dapat ditetapkan secara progresif paling rendah 2% dan paling tinggi 10%.

Perihal kepemilikan, nantinya dapat dilihat dari nama pemilik dan alamat pemilik. Jika terdapat nama atau alamat kepemilikan yang sama, maka ketika kamu membeli kendaraan keduadan seterusnya, maka yang akan berlaku adalah tarif pajak progresif, bukan pajak kendaraan pertama.

Ketentuan diatas untuk tarif kendaraan bermotor pribadi, yang dijalankan di atas jalan umum ya. Akan beda lagi besarannya untuk kendaraan seperti alat berat. Besarannya adalah 0,1% di posisi paling rendah, dan tertingginya adalah 0,2%.

Sedangkan untuk tarif pajak kendaraan umum, ambulans, dan kendaraan sosial keamanan milik suatu lembaga, tarif terendahnya adalah 0,5% dari harga penjualan, dan tertingginya adalah 1%.

Namun semua itu tetap akan disesuaikan dengan peraturan daerah masing-masing. Karena besaran harga di masing-masing daerah dapat berpengaruh saat perhitungan pajak kendaraan bermotor yang harus dibayar oleh seorang wajib pajak.

Jenis Pajak Kendaraan Bermotor

Membahas pajak ini, kita juga perlu tahu, bahwa pajak untuk kendaraan bermotor tidak hanya satu jenis, lebih tepatnya ada dua. Perhitungannya bergantung pada masa pembayarannya. Berikut akan kita bahas!

Pajak Tahunan

Pertama adalah pajak tahunan. Sebagaimana namanya, pajak ini dibayarkan dalam periode satu tahun atau 12 bulan. Untuk jenis ini bisa kamu bayarkan di Kantor Samsat wilayah atau dengan cara online, dengan melengkapi beberapa persyaratan, seperti STNK dan KTP asli, serta uang untuk membayar pajak.

Pajak Lima Tahunan

Kedua adalah pajak lima tahunan. Ini juga menggambarkan periode pembayarannya, yaitu per lima tahun sekali. Pada waktu pembayaran pajak ini, kamu STNK dan pelat nomor kendaraanmu akan diganti.

Untuk pembayarannya harus dilakukan langsung di Kantor Samsat. Karena petugas akan turut memeriksa kondisi kendaraanmu sebelum memberikan izin dan STNK baru untukmu. Syarat yang harus dibawa tidak jauh berbeda, hanya saja ada tambahan BPKB dan formulir pemeriksaan kondisi kendaran.

 

Penulis            : Adrian Boby

Editor              : Nora

Publish            : Alex