Tribratanews.kepri.polri.go.id – Secara nomenklatur, Pusdik Binmas yang sebelum menempati secara permanen di bangunan eks SPN Banyubiru, mengalami beberapa perpindahan di antaranya menjadi satu dengan Sarpras/Logistik di Cipinang (Kompleks Sebasa) kemudian pindah ke Mako Brimob Kelapa Dua kemudian pindah lagi ke Pusdik Gasum Porong. Terhitung mulai tanggal 31 Juli 2012 secara permanen Pusdik Binmas mempunyai mako sendiri di Banyubiru.

Sejarah

Bangunan Pusdik Binmas merupakan peninggalan jaman pemerintahan kolonial Belanda, dibangun pada tahun 1800-an sebagai markas batalyon kaveleri Belanda, guna menghadapi Pangeran Diponegoro melalui taktik benteng stelsel yang membangun beberapa camp militer guna mempersempit gerakan musuhnya, bersamaan dengan pembangunan Benteng Pendem di Ambarawa. Setelah perang Diponegoro selesai, fungsinya berubah menjadi ROEMAH PENDJARA (Camp Banjoebiroe 10) yang digunakan sebagai camp tawanan sipil sampai dengan pecahnya perang dunia II, sedangkan Benteng Pendem digunakan untuk tawanan serdadu. Sebagai catatan, Pangeran Diponegoro pernah ditawan di Camp Banjoebiroe selama satu minggu di blok C sebelum diberangkatkan ke Batavia (Jakarta) kemudian dibawa ke Makasar. Pada jaman penjajahan Jepang, fungsi bangunan tetap digunakan sebagai camp interneering, tetapi penghuni camp berganti, justru orang Belanda yang ditawan di situ khususnya perempuan dan anak-anak.

Setelah Proklamasi kemerdekaan Proklamasi Kemerdekaan RI, bangunan digunakan sebagai markas BKR Laut. Namun pada agresi militer Belanda kedua, bangunan ini kembali dikuasainya dengan pemerintah federal. Pada masa federal itulah Belanda mendirikan Sekolah Polisi Federal atau Central Politie Opleiding School (CPO) dengan komannya W.LINCK yang berpangkat Kolonel.

Setelah pengakuan kedaulatan, maka CPO diambil alih oleh pemerintah RI dan tetap berfungsi sebagai sekolah polisi dan namanya diubah menjadi PPKRI (Pusat Pendidikan Kepolisian Republik Indonesia), dengan komandannya KOMPOL R. SOEMANTRI SAKIMI (8 April 1950). Sejak saat itu sampai dengan sekarang, tanah dan bangunan tetap berfungsi sebagai lembaga pendidikan dengan mengalami perubahan-perubahan nama dan kodal sebagai berikut (setelah PPKRI) :

  1. SPN Cab. Banyubiru (5 Mei 1952)
  2. S.K Banyubiru (10 Mei 1963)
  3. Deplat Banyubiru (11 Agustus 1964)
  4. Dodiklat DAK 009 Banyubiru (7 September 1975)
  5. Dodiklat Polda Jateng (30 Desember 1983)
  6. SPN Banyubiru (28 Desember 1985)
  7. Pusdik Binmas (31 Juli 2012)

Adapun jenis pendidikan yang pernah diselenggarakan di Banyubiru sejak tahun 1950 terdiri dari pendidikan Tamtama Polisi sampai dengan tahun 1982, dilanjutkan dengan pendidikan Bintara sampai dengan tahun 2008. Dengan kepindahan SPN Banyubiru Polda DIY ke Imogiri Bantul menjadi SPN Selopamioro pada tahun 2012, maka dengan demikian Pusdik Binmas menempati bangunan ex SPN Banyubiru.

Pusdik Binmas Lemdiklat Polri terbentuk sejak tanggal 31 Juli 2012 berdasarkan ditetapkannya Keputusan Kapolri Nomor: Kep/444/VII/2012 tanggal 31 Juli 2012 tentang Pembentukan Pusat Pendidikan Pembinaan Masyarakat (Pusdikbinmas) di lingkungan Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol). Keputusan ini ditetapkan menidaklanjuti surat Menpan dan RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) Nomor: B/2063/M.PAN-RB/7/2012 tanggal 5 Juli 2012 hal Usul Pembentukan Pusat Pendidikan Pembinaan Masyarakat (Pusdik Binmas) di Lingkungan Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol).

Pusdik Binmas dibentuk dalam rangka tersedianya pusat pendidikan dan pelatihan fungsi Kepolisian sebagai sarana pembinaan dan peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan dan peningkatan kompetensi di bidang tugas fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas).

Pada saat pertama kali dibentuk, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pusdik Binmas mempedomani Peraturan Kapolri nomor 21 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi pada Tingkat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sejak pertama kali dibentuk sampai dengan saat ini Markas Pusdik Binmas berkedudukan di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Tugas Pokok

 

Pusdik Binmas bertugas melaksanakan dan menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Spesialisasi Fungsi Binmas meliputi Dikbangpes Pama Polmas, Pama Binmas, Bintara Polmas, Bintara Binmas dan Pendidikan Pelatihan lain sesuai perintah pimpinan dan melaksanakan serta pengembangan terhadap fungsi Binmas.

 

Fungsi

 

  1. Pelayanan keuangan, dan pembinaan fungsi keuangan satker Pusdik Binmas;
  2. Pembinaan penyusunan Rencana Kerja dan anggaran, administrasi personel, kesehatan personel, sarana dan prasarana, ketata usahaan, disiplin/tata tertib personel dan urusan dalam serta mengawasi dan mengendalikan pelaksanaannya;
  3. Perencanaan penyelenggaraan semua kegiatan pendidikan dan pelatihan Binmas yang dilaksanakan di Pusdik Binmas dan pelaksanaan pengendalian terhadap semua kegiatan pendidikan dan pelatihan di Pusdik Binmas serta mengajukan saran dan pertimbangan kepada KaLemdiklat Polri yang berkenaan dengan tugas pokok;
  4. Penyelenggaraan, koordinasi teknis pengajaran dan pengawasan pendidik/pengajar, gadikan dalam proses pembelajaran dan melaksanakan pembinaan karir terhadap pendidik/pengajar, gadikan;
  5. Pelaksanaan bimbingan dan pengasuhan mental peserta didik.

 

 

Penulis             : Joni Kasim

Editor              : Nora Listiawati

Publisher         : Joni Kasim