1 win az1winmostbet indiamostbet kzaviator mostbet1 winmosbetmosbetparimatchmosbet1 win casinopin-up casino4rabet bangladeshlucky jetpin uppin up betmostbet azlucky jet online1win casinomostbet казино1win casinoparimatch1 winmostbetmosbetpinup india4era betpin up kzaviatormosbetmostbet casinomosbet1win casinopin-up kzpin up casinomostbetpinup indialucky jet crashpin up1win slot1 win casinoмостбет кз1 win4rabet casino1win casino4rabet mirrormostbet lucky jetpin up azerbaycanlucky jet online1 win1win aviator

Tribratanews.kepri.polri.go.id – Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menggelar Konferensi Pers Terkait ODP Covid-19, Jumat (3/4/2020).

Konferensi pers dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam, SKM, M.Si. Hadir Kabag Sumda Kompol H.Jaswir, SH mewakili Kapolres Tanjungpinang, KA Urkes Polres Tanjungpinang Penata Eva Corina, Kabag Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Tanjungpinang dr. Susi Fitriana, Personel Polres Tanjungpinang dan Staf Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang.

Dalam konferensi pers, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menyampaikan sbb:

Untuk perkara pertama yang melibatkan Personel Polres Tanjungpinang Aipda AG yang mana TA yang merupakan istri dari yang bersangkutan memiliki riwayat kontak dengan pasien 01 Covid-19. Sehingga dilakukan karantina rumah terhadap yang bersangkutan serta istri dan anak berjumlah 3 orang dengan status ODP. Setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan dan keluarga Negatif Covid-19.

Untuk perkara kedua yang melibatkan Personil Polres Tanjungpinang Bripka DW yang mana SDM yang merupakan istri dari yang bersangkutan memiliki riwayat kontak dengan pasien 02 Covid-19. Sehingga dilakukan karantina rumah terhadap yang bersangkutan serta istri dan anak berjumlah 3 orang dengan status ODP. Setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan dan keluarga Negatif Covid-19.

Karantina rumah dilakukan terhitung mulai tanggal 18 sampai dengan 30 Maret 2020. Setelah dinyatakan negatif Covid-19, Personil Polres Tanjungpinang tersebut beserta istri dan anak dapat kembali melakukan aktivitas seperti sedia kala.