Tribratanews.kepri.polri.go.id – Manajemen media adalah merupakan langkah yang menarik sekaligus briliant yang dilakukan oleh Polri sebagai jawaaban atas makin maraknya penyalahgunaan sosial media/informasi dan komunikasi yang berakibat terganggunya situasi kamtibmas.

Salah satu langkah nyata manajemen media tersebut yaitu dibentuknya Biro Multimedia Divhumas Polri. Kenapa harus ada Biro Multimedia? karena dalam perkembangan teknologi sekarang ini media sosial/ informasi dan komunikasi dapat dijadikan media untuk melakukan kejahatan, melakukan propaganda ataupun menjatuuhkan citra seseorang atau organisasi dengan menyebarkan berita atau informasi yang tidak sesuai dengan faktanya (Hoax) atau ujaran kebencian (Hate Speech). Banyak orang atau organisasi yang merasa dirugikan dengan adanya penyebaran informasi atau berita yang cenderung tendensius dan memojokkan.

Seperti diketahui, bahwa Polri yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat kerapkali mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan berbagai macam interaksi masyakat di dunia maya akibat terlalu bebasnya sesorang mengungkapkan pendapatnya atau mengunggah dan menyebarkan berita/ informasi tanpa batasan dan tindakan.

Humas Polri sebagai leading sektor dalam mengurusi dan mengelola media informasi baik media sosial maupun media massa, memiliki peranan penting sebagai mediator yang berperan banyak dalam counter opini agar tidak berdampak pada terganggunya situasi kamtibmas.

Tujuan Fungsi Multimedia Humas Polri adalah untuk melakukan edukasi dan sosialisai terkait media baik media sosial maupun media massa dengan tujuan rektrukturisasi sebagaiberikut :

  • Menbangun kemampuan dan kekuatan Cyber Public Relation (CPR) melalui penyediaan sarana dan prasarana yang di dukung oleh sumber daya yang terdidik dan terlatih di bidang multimedia;
  • Memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam bidang multimedia;
  • Menjadi pusat edukasi bagi publik multimedia;
  • Menjadi pusat penghimpun, monitoring, analisa dan penyajian data digital  di bidang multimedia untuk kepentingan Polri;
  • Menjadi pendukung sumber dan data dalam pengungkapan kejahatan yang menggunakan sarana multimedia;
  • Menjadi gerbang utama masyarakat untuk merujuk berita dan informasi tentang Polri;
  • Polri dapat menciptakan SDM Multimedia yang cakap dn berkompeten;
  • Mempersiapkan Humas Polri yang mampu memberikan layanan informasi publik yang berkompeten sehingga pada akhirnya mampu menjadi front office Polri dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

Ruang lingkup Fungsi Multimedia sebagai berikut :

  • Media monitoring (pemantauan atau pengawasan media massa, cetak, elektronik);
  • Social monitoring (pemantauan atau pengawasan kehidupan masyarakat);
  • Video monitoring (pemantauan atau pengawasan melalui rekaman video);
  • TV/ Radio monitoring (pemantauan atau pengawasan melalui televisi dan radio);
  • Messenger monitoring (pemantauan atau pengawasan melalui pesn singkat);
  • Hoax Monitoring (pemantauan atau pengawasan pemberitaan palsu);
  • Mobile monitoring (pemantauan atau pengawasan sarana terintegrasi antara kendaraan, perangkat dan tower yang berfungsi sebagai sistem pendeteksi signal radio pada suatu wilayah);
  • Opinio analyst (analis pendapat);
  • Hoax analyst (analis berita palsu);
  • Aspect analyst (analis aspek);
  • Impact analyst ( analis dampak);
  • Traking hoax/ meme;
  • Mapping (pemetaan);
  • Public relation (hubungan masyarakat);
  • Media production (produksi media);
  • Media campaign (media promosi);
  • Media communication (media komunikasi);
  • Pelaporan dan tindak lanjut);
  • Manajemen isu dan tindak lanjut;
  • Reporting (pelaporan).

Fungsi Multimedia Humas Polrijuga telah menyusun rencana program terkait dengan manajemen media yang dibagi dalm 3 tahun mulai dari tahun 2017 ini sampai dengan tahun 2019 dan akan dilanjutkan pada tahun- tahun berikutnya yaitu monitoring, analisis, PR (public relation) dan pelaporan.

Dari beberapa catatan tersebut diatas dapat di ketahui bahwa Fungsi Multimedia Humas Polri memiliki peranan yang sangat strategis dalam mensukseskan program Kapolri “PROMOTER” dalam hal manajemen media sekaligus memberikan kabar gembira kepada kita semua bahwa kedepanya intraksi masyarakat baik di media sosial, media massa dan lain- lain diharapkan akan lebih teratur dan bertanggung jawab dan bahkan mampu menjadikan situasi kamtibmas semakin kondusif. Semoga.

Penulis : Rexi

Editor : Tahang

Publish : Tahang