Tribratanews.kepri.polri.go.id – Kecelakaan maut mengangkat fakta pengendara motor atau mobil melibatkan pengemudi di bawah umur. Setiap pagi aktifitas yang utama dari orang tua adalah mengantar anak ke sekolah. Ya, anak – anak yang masih dibawah umur seharusnya rutin diantar jemput ke tempat sekolahnya. Namun kenyataannya di perjalanan sering menemui kenyataan anak anak sekolah di bawah umur membawa motor ke sekolahnya.

Pengendara tersebut disebut masih di bawah umur karena mereka masih SMP. Parahnya lagi, ada juga anak SD lengkap dengan celana merahnya membawa kendaran ke sekolah, tanpa helm melintas di jalan raya pagi hari. Miris dan prihatin sekali!

Saat luar jam sekolah, pun sering dihadapkan pada fakta anak di bawah umur dengan bangganya naik motor bersama rekan -rekan sebayanya. Ada juga orang tua dengan santainya membonceng anak mereka yang masih belum cukup umur saat bepergian.

Sejumlah pihak pun mempertanyakan sikap orang tua serta aparat yang dianggap lalai mengawasi anak di bawah umur  di jalan raya.  Sehingga berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Sangat disayangkan kasus pengendara di bawah umur ini baru menjadi perhatian setelah banyak jatuh korban.

Kebiasaan berkendara anak bawah umur ini marak juga karena sikap orang tua yang malah mendukung pelanggaran itu. Ada kebanggaan yang muncul dari orang tua ” Anak saya masih SD, masih SMP sudah bisa bawa motor lho “

Hampir setiap hari pemandangan anak di bawah umur lalu lalang dijalan raya. Orang tua juga tidak pernah melarang anaknya ketika mengendarai sepeda motor di jalan raya. Semua pihak harus tegas dalam hal ini.

Saat transportasi umum tidak memadai, maka orang tuapun harus mau mengalah dengan proses antar jemput, bukan kemudian membiarkan anak-anaknya membawa kendaraan sendiri. Saat merengek untuk diizinkan naik motor, maka beri pengertian kepada mereka jika belum saatnya mereka mengendarai kendaraan bermotor, meski secara fisik sudah bisa mengendarainya.

Sekolah meski telah punya aturan untuk tidak memperbolehkan mereka yang di bawah umur untuk membawa kendaraan. Namun sering kali sekolah seolah tutup mata dengan adanya warga di sekitarnya yang terang -terangan membuka parkir untuk mereka. Untuk itulah, upaya kepolisian yang merazia parkir kendaraan di sekitar sekolah memang harus lebih ditingkatkan.

Sekali lagi, bukanlah sebuah kebanggaan orang tua ketika anak-anak dibawah umur sudah bisa mengendarai kendaraan bermotor. Ingat, secara emosi mereka belum bisa mengontrol diri sendiri. Jangan biarkan mereka memacu kendaraannya, seolah sedang mengejar maut! Biarkan mereka berkembang dengan alami tanpa harus teracuni keinginan memacu kendaraan berakibat pada hal buruk yang tidak diinginkan.

Penulis : Rexi S

Editor  : Tahang

Publish : Tahang