Tribratanews.kepri.polri.go.id-Polres Natuna/ Maraknya gerakan radikalisme di beberapa negara termasuk di Indonesia ini sudah sangat meresahkan masyarakat Indonesia dimana gerakan radikalisme ini merupakan gerakan yang sangat dilarang karena sifatnya dapat merusak sebuah keutuhan negara , oleh karena itu para penegak hukum serta para pemerintahan pun  gencar bersama sama menolak paham radikalisme dengan berbagai cara dimulai dari penyuluhan dan penangkapan orang orang yang terbukti menyebar paham radikalisme tersebut.

oleh sebab itu dalam rangka meningkatkan wawasan dan pemahaman bagi masyarakat tentang paham dan aliran yang membahayakan pertumbuhan generasi penerus bangsa, Kepolisian Resor Natuna(Polres Natuna) melalui personil Polsek Bunguran Timur mengajak menolak raham radikalisme dan terorisme tersebut dengan menggelar sosialisasi penyuluhan terorisme , paham radikalisme, tentang intoleransi dan stop pembakaran hutan lahan Selasa,(27/02/2018) 20.00 Wib

Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan terorisme serta paham radikalisme yang bertempat di Masjid An-Nasriah di desa Batu gajah tersebut yang hadiri oleh masyarakat desa sepempang serta para tokoh agama serta tokoh masyarakat bertujuan untuk memberikan langkah strategis dalam upaya untuk menangkal dan membentengi diri dari paham radikalisme dan Teroris

Bripka Dodi Roliansyah Panit Intel Polsek Bunguran Timur sebagai narasumber tentang paham radikalisme dan terorisme menyampaikan bahwa terorisme merupakan suatu tindakan yang sangat keji dan sangat bertentangan dengan undang-undang dan aturan hukum di negara indonesia, Ia juga menjelaskan bahwa para pelaku terorisme ini tidak hanya dilihat dan di identikkan dari agama tertentu yang dia anut tetapi dilihat dari tindakan yang menimbulkan teror serta tindakan yang menyebarkan ketakutan secara meluas dimasyarakat itulah yang disebut teroris sebenarnya.

“agama Islam maupun agama lainnya bukan merupakan agama yang mengajarkan paham teroris tetapi ulah dari oknum pelaku terorisme dan penyebar paham radikalisme yang mengatasnamakan islam lah yang telah merusak citra agama islam itu sendiri” tegas Bripka Dodi

Selain itu berkembangnya zaman yang semakin modern karena kecanggian teknologi semua informasi bisa didapat dari mana saja Bripka Dodi mengajak warga agar lebih berhati hati dalam penggunaan internet dan dapat menyaring informasi terlebih dahulu agar tidak terpengaruh pada pemahaman yang menyimpang.

Panit Binmas Bripka David Arviad juga mengajak masyarakat Natuna untuk hidup saling bertoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta tidak boleh menciptakan perpecahan dengan mengatasnamakan SARA.

“Kami (Polri) khususnya Polres Natuna dan jajaran akan selalu berupaya untuk menjalin kerja sama dan jalin hubungan kekeluargaan yang erat dengan seluruh masyarakat terkhususnya di kabupaten Natuna ini agar terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif” ucap Bripka David Arviad

” dan jika ada orang yang menyebarkan tentang paham radikalisme agar segera di laporkan kepada pihak kepolisian” Tutupnya.

lalu terkait dengan maraknya kebakaran Hutan yang menyebakan rusaknya ekosistem hutan dan mengakibatkan polusi udara tercemar karena inginnya membuka sebuah lahan baru oleh oknum oknum tidak bertanggung jawab ,Bhabinkamtibmas Desa Sungai Hulu Kec.Bunguran timur Bripda Abdi Sentosa ini mengajak agar tidak mebakar hutan secara sengaja ataupun tidak sengaja karena akan berdampak secara luas

“agar warga segera melaporkan kepada bhabinkamtibmasnya ataupun babinsanya jika di wilayah tempat tinggalnya terjadi kebakaran hutan dan lahan, agar bisa segera dilakukan penanganan/ pemadaman” tutup Bripda Abdi.

Penulis : Cristian E.S

Editor   : Tahang

Publish : Cristian E.S