Tribratanews.kepri.polri.go.id – Bertempat di Gedung Sapta Pesona Kelurahan Dabo telah dilaksanakan seminar kepemudaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 89, rabu (25/10).

Dalam Kesempatan ini Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Suharnoko, S.E, M.H menjadi salah satu dari 3 nara sumber tentang HOAX yang bertemakan “ Implementasi Pemuda Tentang UU ITE Dalam Rangka Mencegah Hoax Di Media Sosial” yang di selengarakan oleh  Pengurus KNPI Kecamatan Singkep bekerja sama dengan Polres Lingga dan Kementrian Agama Kabupaten Lingga.

Dalam pemaparannya Kasat Reskrim Polres Lingga meyampaikan bahwa dizaman sekarang adalah zaman ngetrennya media Sosial, semuanya serba gampang rekan-rekan dapat mengirim gambar dengan mudah, namun tetap diingat bahwa dalam gambar tersebut ada pidananya, jika gambar tersebut terdapat ujaran Kebencian. Maka dari itu kita harus berhati – hati dalam pengunaannya, dan semua itu ada dasar Hukumnya yaitu UU Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang – undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik.

Adik-adik semua adalah generasi muda, dan saya tekankan kepada adik – adik jangan sampai terjerat dalam UU ITE kerena kita Polres Lingga telah membentuk tim Siber Patrol dimana kami akan melakukan patroli di dunia maya maupun di mana kalian yang mengunggah gambar yang tidak baik, tambahnya.

Seminar ini di ikuti oleh para Mahasiswa, serta perwakilan Pelajar SMA, SMK/MA yang ada di Kabupaten Lingga, dan dalam Seminar ini juga di buka sesi tanya jawab, dimana khusus terkait penanganan yang dilakukan oleh Polri di jawab oleh Kasat Reskrim Polres Lingga. Seperti yang di tanyakan oleh Santi Pelajar SMA N 2 Dabo Singkep yang menanyakan tentang jika saya menyebarkan foto atau berita – berita yang merugikan terhadap orang lain kemudian pihak kepolisian melihat atau mengetahui berita – berita itu tidak baik, apakah saya di tangkap atau di tahan sedangkan pihak yang bersangkutan tidak mempersalahkan masalah tersebut?

Dengan tegas Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Suharnoko,S.E,M.H menjawab bahwa tidak harus ada laporan, kalau memang di situ ada konsep konsep yang menjelekkan atau menyebar berita ujaran kebencian terkait masalah hoax, sara atau pun orang perorangan yang dapat menimbulkan kebencian sosial, tanpa adanya laporan kita dapat menangkapnya, dan apabila ujaran kebencian tersebut di tujukan kepada  satu orang akan tetapi bisa menimbulkan keresahan publik, tanpa laporan bisa di lakukan proses pidana.

Diakhir Kegiatan Ketua DPD KNPI Kab. Lingga Bpk. SAPARUDDIN, S.Sos M.Si menyerahkan Cendramata kepada para Narasumber yang diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan sertifikat kepada para peserta.

 

Penulis : Ir. Nainggolan

Editor : Edi

Publish : Ir. Nainggolan