Tribratanews.kepri.polri.go.id – Dalam rangka mengantisipasi paham terorisme, separatisme dan idieologi Pancasila di Provinsi Kepri , pagi ini bertempat di Rupatama Polda Kepri dilaksanakannya Focus Group Discussion (FGD) Rabu, (11/10).

Acara yang dihadiri Ka Kesbangpol Prov. Kepri, Ketua MUI, Para Mubalik Kota Batam, Para Toga , Toda, Tomas dan Todat Kota Batam bertujuan untuk membuka wawasan dan cara pandang serta menghimpun dan menginventarisir ide, gagasan, penemuan pola kerja yang sangat elegan dalam mengantisipasi paham terorisme, separatisme dan ideologi anti pancasila di provinsi kepri.

“Perlu dipahami bersama bahwa ancaman terbesar terorisme bukan hanya terletak pada aspek serangan fisik yang mengerikan, tetapi justru serangan propaganda yang secara massif menyasar pola pikir dan pandangan masyarakat itulah yang lebih berbahaya,”Tutur Wakapolda Kepri membuka acara tersebut.

Disampaikannya lagi bahwa terorisme tidak hanya menimbulkan kerugian material dan nyawa serta menciptakan rasa takut dimasyarakat, tetapi terorisme juga telah mengoyak keutuhan berbangsa dan bernegara. terorisme telah membuat kita saling curiga dan saling memusuhi. terorisme pun telah mencabik ikatan persaudaraan dan nilai-nilai toleransi yang sejatinya menjadi kultur budaya bangsa ini.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolda Kepri menyampaikan harapan besarnya kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan mubaligh se-provinsi Kepri serta seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama terus berjuang dalam pembinaan akhlak, utamanya mendorong tumbuhnya sikap peduli dan rasa empati masyarakat agar Provinsi Kepri selalu dalam suasana kehidupan yang aman, nyaman, tentram.

Turut hadir mendampingi Wakapolda Kepri yakni Dirbinmas Polda Kepri dan Dirintelkam Polda Kepri.

Penulis  : Yolan

Editor    : Edi

Publish  : Tahang