Tribratanews.kepri.polri.go.id –  Demi mewujudkan personel yang profesional, modern, terpercaya dalam melaksanakan identifikasi korban bencana, Pusdokkes Polri  Kepri menggelar pelatihan DVI (Disaster Victim Identification) Provinsi Kepri Tahun 2017 di Gedung Graha Lancang Kuning, Rabu (27/9).

Pelatihan yang dilaksanakan dari hari Rabu – Jumat pada tanggal 27 – 29 September 2017 tersebut, dibuka langsung oleh Kapolda Kepri.

Dalam kata sambutannya, Kapolda Kepri menyambut kedatangan Tim Sosialisasi DVI Pusdokkes Polri yang akan memberikan pelatihan terkait Identifikasi Korban Bencana yang akan diikuti seluruh perwakilan Urkes Polres Jajaran Polda Kepri dan 13 perwakilan lainnya meliputi Rumkit Embung Fatimah, Rumkit Awal Bros, Rumkit Otorita Batam, Rumkit BAN AD, Basarnas, Danlanal (urkes), Dinsos, Dinas BPBD, PMI, Kuwarcap Batam, Dinkes Provinsi, Dinses Kota dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Pada Kesempatan tersebut Kapolda Kepri menyampaikan bahwa secara geografis, Provinsi Kepri  memiliki luas 251.810,71 km yang sebagian besar 94% merupakan perairan dan 4% terdiri dari gugusan kepulauan. yang mana kondisi geografis ini rentan terhadap bencana, terutama bencana alam seperti gelombang pasang, perubahan arah angin, angin puting beliung, banjir, tanah longsor dan lain-lain.

seperti bencana yang pernah terjadi di provinsi kepri dan sudah ditangani tim dvi polda kepri yang bekerjasama dengan instansi terkait antara lain :

  1. Tanggal 16 desember 2015, kapal tenggelam mt thorco cloud di selat singapura yang menelan korban sebanyak 6 orang meninggal dunia, 6 orang hidup dan 3 orang hilang.
  2. Tanggal 26 januari 2016, kapal tenggelam di tanjung kelise johor, dengan korban meninggal dunia 25 orang.
  3. Tanggal 21 agustus 2016, kapal tenggelam di perairan pulau penyengat yang menelan korban 15 orang meninggal dunia dan 2 orang hidup.
  4. Tanggal 2 november 2016, kapal tenggelam di perairan tanjung memban yang menelan korban 54 orang meninggal dunia dan 41 orang hidup.
  5. Tanggal 3 desember 2016, kecelakaan pesawat skytruck diperairan lingga yang menelan korban meninggal dunia 13 orang, serta;
  6. Tanggal 23 januari 2017,kapal tenggelam mersing-johor di perairan bintan yang menelan korban 46 orang meninggal dunia dan 8 orang hidup.

Kapolda Kepri menuturkan mengingat kondisi sebagian korban dari kejadian-kejadian tersebut relatif sulit  dikenali, maka penting dilakukan identifikasi dalam hal ini  proses dvi (disaster victim identification) untuk dapat memastikan identitas dari masing-masing korban.

“Dalam hal proses identifikasi korban massal maka diperlukan tim dan prosedur kerja ilmiah yang didukung fasilitas kerja yang memadai dan kerjasama tim yang solid, agar bisa dipastikan prosesnya benar dan hasilnya valid dan reliable.  untuk itu diperlukan tenaga-tenaga yang profesional dan terampil dalam proses identifikasi,”Jelas kapolda Kepri.

Melalui pelatihan DVI (Disaster Victim Identification) tersebut, Kapolda Kepri berharap agar semua peserta untuk bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini, sehingga mampu menyerap setiap materi yang disampaikan, dan pada akhirnya mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki pada situasi yang nyata di lapangan.

Penulis : Yolan

Editor    : Edi

Publish  : Tahang