Tribratanews.kepri.polri.go.id –

  1. Macam-Macam Konflik Berdasarkan Pendapat Dahrendorf
  • Konflik antara atau dalam peran sosial, seperti antara peran seseorang dalam keluarga dan peran dalam pekerjaan (profesi).
  • Konflik antara kelompok-kelompok sosial,  
  • Konflik antara kelompok yang terorgansiasi dengan kelompok yang tidak terorganisasi,  
  • Konflik antara satuan nasional, seperti konflik antara KPK dan Porli dalam menangani kasus tertentu.
  • Konflik antarnegara atau antara negara dan organisasi internasional, 

Dampak Positif dan Negatif Konflik 

Konflik tidak hanya memberikan hasil yang berakibat negatif bagi masyarakat, namun konflik juga memberika dampak yang berakibat positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Macam-macam dampak positif dan negatif konflik adalah sebagai berikut :

  1. Dampak Positif Konflik 
  • Adanya yang memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum tuntas dipelajari
  • Adanya penyesuaian kembali norma dan nilai yang diserta dengan hubungan sosial dalam kelompok yang bersangkutan.
  • Jalan untuk mengurangi ketegangan antarindividu dan antarkelompok
  • Untuk mengurangi atau menekan adanya pertentangan yang terjadi dalam masyarakat
  • Membantu menghidupkan kembali norma lama dan menciptakan norma baru
  1. Dampak Negatif Konflik 
  • Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalami konflik dengan kelompok lain.
  • Keretakan hubungan antar anggota kelompok, seperti akibat konflik antarsuku
  • Menimbulkan perubahan kebribadian pada individu, seperti adanya rasa benci dan saling curiga akibat perang
  • Adanya kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia
  • Terdapat domoniasi, juga penaklukan, yang terjadi pada salah satu pihak yang terlibat dalam konflik

Banyak orang yang bilang, bahwa salah satu soft skill paling penting yang harus dilatih sejak usia muda adalah kepemimpinan. Sikap dan tipe kepemimpinan sendiri bisa berbeda-beda. Tapi secara garis besar, tugas utamanya hampir sama, yaitu mengatur sebuah organisasi atau tim demi mencapai tujuan yang udah disepakati bersama.

Menyelesaikan konflik sosial adalah tugas yang penting buat seorang pemimpin bagaimana seorang pemimpin mamapu memanage seluruh tin yang ada untuk menangani konflik yang terjadi. Dan salah satu kemampuan yang harus dimilki oleh seorang pemimpin berikut timnya adalah komunkasi yang baik dalam Menyelesaikan konflik. Dalam penanganan konflik, beberapa tahapan komunikasi yang harus dilakukan yaitu :

  1. Memastikan semua pihak sadar bahwa mereka punya konflik yang harus diselesaikan

       Untuk menyelesaikann konflik, haruslah memastikan bahwa pihak yang berkonflik menyadari bahwa mereka punya masalah dan perlu menyelesaikan konflik tersebut. Kadang, satu pihak merasa ada masalah tapi pihak lainnya santai-santai aja. Makanya kamu harus membantu menjadi jembatan komunikasi antara pihak-pihak yang berkonflik.

  1. Memastikan semua pihak sepakat sama hal-hal kecil terlebih dahulu

       Untuk menyepakati sesuatu yang besar, kamu harus bisa membuat pihak-pihak yang berkonflik supaya mau sepakat terhadap hal-hal kecil. Misalnya, apabila ada rencana mendiskusikan masalah bersama, maka kedua belah pihak harus sepakat untuk datang tepat waktu atau nggak memotong pembicaraan seseorang. Hal-hal kecil seperti ini, akan mempermudah kesepakatan besar selama peyelesaian konflik.

  1. Memastikan semua pihak (termasuk kita) mendengarkan dengan baik

       Recognise feeling, atau mampu mengidentifikasi perasaan setiap pihak penting dilakukan. Salah satu caranya adalah mau mendengarkan dengan baik ketika orang lain bicara. Kalau kita sudah tahu apa yang dirasakan orang-orang yang sedang berkonflik, kita akan lebih mudah mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan mereka. Sehingga, meneyelesaikan masalah bisa jadi lebih mudah.

       Dengan kata lain, kita sebagai penengah wajib menjadi pendengar yang baik. Selanjutnya, kita pun perlu mengingatkan pihak yang bertikai untuk mendengarkan.

  1. Memastikan semua pihak fokus sama masalah bukan pada individu

       Sering masalah terjadi karena perasaan sentimen dengan orangnya, bukan karena masalahnya. Inilah kenapa penting sekali untuk seorang pemimpin bisa berkomunikasi untuk mengarahkan fokus pada masalah, dan bukan pada individu.

  1. Memastikan kesimpulan yang diterima dan mencari opsi jalan keluar

       Buat kesimpulan dengan jelas, baik kesimpulan sebuah masalah maupun jalan keluarnya. Setiap pihak harus kreatif dalam mencari opsi jalan keluar. Biasanya, teknik ini disebut win win solution, atau semua pihak punya sisi keuntungan.

       Sampaikan kesimpulan yang sudah didapat dengan jelas di depan kedua pihak yang berkonflik. Biar masalah cepat clear dan tidak ada kesalahpahaman.

  1. Memastikan komunikasi bisa berlanjut seperti semula

       Ini adalah bagian yang paling sulit dalam sebuah resolusi konflik. Kenapa? Karena meskipun masalahnya sudah kelar, biasanya pihak yang berkonflik masih menyimpan rasa tidak nyaman. Sebagai pemimpin, mencairkan suasana dan memastikan bahwa komunikasi bisa berjalan dengan baik haruslah dilakukan.

Penulis : Gilang

Editor : Nora

Publish : Tahang