Tribratanews.kepri.polri.go.id – Masing-masing diri kita memiliki kualiatas untuk menjadi seorang pemimpin, namun nggak semua orang memiliki gaya kepemimpinan yang sama. Begitu pula dengan cara “pedekate” kita dalam memimpin suatu kelompok atau tim. Banyak orang yang masih bingung dalam memilih metode kepemimpinan mana yang paling tepat dan efektif.

Sebagian tipe pemimpin bisa menjadi pemimpin yang efektif dalam situasi tertentu, sebagian lainnya tidak terlalu—dan begitu pula sebaliknya. Tapi, bagaimana pun cara kita me-manage suatu tim agar dapat mencapai tujuan bersama, hal pertama yang harus kamu pahami adalah kelebihan dan kekurangan diri kamu sendiri, agar kamu bisa memberikan yang terbaik untuk tim kamu dan memperbaiki kekurangan kamu seiring berjalannya waktu.

Setidaknya ada 6 tipe pemimpin yaitu :

  1. Pace-setting leader

Pemimpin tipe ini adalah jenis pemimpin yang senang memotivasi timnya dengan cara memasang ekspektasi yang tinggi terhadap kinerja dan pencapaian yang dapat diraih oleh timnya. Demi mewujudkan ekspektasi tersebut, mereka selalu mengarahkan tim mereka untuk melakukan segala sesuatunya persis seperti apa yang mereka lakukan.

Kamu adalah seorang pace-setting leader jika kamu:

* bisa bekerja di bawah tekanan,

* lebih suka memberi contoh nyata dibanding mendiktekan arahan, dan

* memandang anggota tim sebagai individu yang setara dengan kamu.

Seorang pace-setting leader dapat berkerja dengan efektif jika dipertemukan dengan anggota tim yang memiliki motivasi dan skill yang mumpuni yang dapat bekerja dengan cepat, namun akan menemukan hambatan ketika ada anggota tim yang tidak memiliki performa sesuai harapan dan malah akan sibuk sendiri me-micromanaging setiap pekerjaan anggota tim.

Bagaimana cara mengembangkan kualitas diri jika kamu adalah tipe pemimpin ini? Jadilah pendengar yang baik, dan berikan kepercayaan kepada anggota tim untuk membuat keputusan sendiri agar mereka dapat turut berkontribusi pada perkembangan tim dalam jangka panjang.

  1. Commanding leader

Pemimpin tipe ini adalah jenis pemimpin yang hanya dapat “menggerakkan” timnya dengan motivasi lisan. Mereka memiliki kemampuan persuasi yang baik sehingga nggak sulit baginya untuk dapat membuat anggota tim bekerja tepat sesuai arahannya.

Kamu adalah seorang commanding leader jika kamu:

* tidak suka menunda-nunda pekerjaan,

* lebih suka mendiktekan suat arahan dibanding memberikan contoh, dan

* memandang anggota tim sebagai “kuda yang perlu dipecut”.

Seorang commanding leader dapat bekerja dengan efektif dalam kondisi dimana suatu tim dihadapkan dalam keadaan genting (seperti deadline ketat) atau dalam menghadapi anggota tim yang problematic banget, namun mereka akan menemukan hambatan ketika mereka berada di dalam kondisi yang “adem ayem” yang malah membuat anggota tim jadi gerah dan nggak betah.

Bagaimana cara mengembangkan kualitas diri jika kamu adalah tipe pemimpin ini? Kenali kondisi lingkungan kerja kamu dengan benar. Selalu berikan label pada kondisi “krisis” atau “nggak krisis”, supaya kamu dapat menggunakan energi kamu untuk dapat mendorong tim kamu dalam bekerja dengan lebih baik di saat tepat. Sementara di saat nggak krisis kamu bisa lebih santai.

  1. Visionary leader

Pemimpin tipe ini adalah jenis pemimpin yang selalu berbagi visi mereka dengan semua anggota tim dan somehow, visi tersebut cukup untuk memotivasi tim mereka agar dapat mencapai tujuan bersama. Mereka nggak takut dianggap neko-neko karena visi yang mereka miliki adalah visi yang berdasar dan tentunya possible untuk dapat didiwujudkan.

Kamu adalah seorang visionary leader jika kamu:

* orang nggak suka bekerja terburu-buru,

* selalu menginspirasi anggota tim dengan visi yang spesifik, dan

* senang mendengarkan saran dari orang lain.

Seorang visionary leader dapat bekerja dengan efektif jika berada dalam situasi yang relatif santai seperti masa pembangunan tim, namun mereka akan menemukan hambatan saat mereka terlalu jauh “berangan-angan” dan nggak bisa merealisasikanya. Target pun sulit terpenuhi oleh para anggota tim.

Bagaimana cara mengembangkan kualitas diri jika kamu adalah tipe pemimpin ini? Pastikan visi yang kamu miliki jelas dan nggak sekadar “ngimpi”. Pastikan anggota tim kamu dapat melakukan reality check agar visi kamu yang berfaedah nggak berujung sia-sia hanya karena ekspektasi yang nggak tepat.

  1. Democratic Leader

Pemimpin tipe ini adalah jenis pemimpin yang menghargai timnya dan menjunjung tinggi keadilan di atas segala-galanya. Bagi mereka, setiap anggota tim memiliki hak suara yang patut untuk didengar, sehingga proses pengambilan keputusan harus melibatkan semua pihak dengan sudut pandangnya masing-masing tanpa terkecuali.

Kamu adalah seorang democratic leader jika kamu:

* lebih senang berfokus pada proses dibanding hasil,

* menghindari bekerja secara tersipah agar dapat lebih memahami karakteristik tim, dan

* mengutamakan diskusi bahkan debat dalam mengambil keputusan.

Seorang democratic leader dapat bekerja dengan efektif jika dihadapkan pada kondisi semua anggota tim memiliki antusiasme yang sama dalam mencapai tujuan bersama. Namun mereka akan menemukan hambatan ketika para anggota tim memiliki ketimpangan sudut pandang sehingga dapat membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih sulit.

Bagaimana cara mengembangkan kualitas diri jika kamu adalah tipe pemimpin ini? Latihlah tim kamu untuk dapat mengemukaka npendapatnya dengan efektif dan jujur. Jangan lupa, pastikan tiap-tiap anggota tim memiliki pengetahuan mengenai perkembangan tim yang sama agar nggak terjadi kesenjangan sudut pandang.

  1. Affiliative leader

Pemimpin tipe ini adalah jenis pemimpin yang menggunakan kemampuan interpersonal untuk dapat merancang suatu tim impian agar dapat mencapai tujuan bersama dengan lebih efisien. Mereka berfokus pada membangun hubungan yang erat agar dapat memotivasi tim dengan lebih baik, bahkan dalam kondisi yang genting sekalipun.

Kamu adalah seorang affiliative leader jika kamu:

* sabar untuk menumbuhkan dan membangun kepercayaan dalam tim,

* memahami keinginan setiap anggota tim, dan

* dapat membuat tim termotivasi dengan kesolidaritasan yang dimiliki.

Seorang affiliative leader dapat bekerja dengan efektif ketika tim sedang berada dalam keterpurukan seperti masa transisi kepemimpinan lama ke kepemimpinan baru, namun mereka akan menemukan hambatan dalam kondisi yang fast-paced yang membuat aktivitas “membangun kepercayaan” menjadi hal yang hanya buang-buang waktu karena nggak akan membuahkan hasil yan diinginkan dalam waktu dekat.

Bagaimana cara mengembangkan kualitas diri jika kamu adalah tipe pemimpin ini? Bercermin pada pemimpin-pemimpin yang goal-oriented. Selain memotivasi mereka dengan pujian, berikan pula suntikan visi agar mereka bisa melihat tujuan dengan jelas.

  1. Coaching leader

Pemimpin tipe ini adalah jenis pemimpin yang sangat berfokus pada perkembangan anggota tim sebagai individu untuk mencapai potensi tertinggi mereka. Mereka berpegang teguh pada prinsip learning by doing—dimana mereka sangat meng-encourage para anggota tim untuk dapat berkembang seiring dengan perkembangan tim dalam mencapai tujuan.

Kamu adalah seorang coaching leader jika kamu:

* tidak mempermasalahkan skill anggota tim selama mereka bisa dilatih,

* senang memberikan tantangan, dan

* membuat rencana sesuai dengan pengembangan tim yang bisa dilakukan.

Seorang coaching leader dapat bekerja dengan efektif di situasi yang relatif belum kondusif karena mereka dapat membentuk tim tersebut sesuai keinginan mereka dengan pelatihan yang sesuai. Tipe ini akan menemukan hambatan ketika dibutuhkan hasil yang signifikan dalam waktu cepat.

Bagaimana cara mengembangkan kualitas diri jika kamu adalah tipe pemimpin ini? Kepemimpinan bergaya pelatihan nggak akan berhasil jika nggak diiringi oleh komitmen setiap anggota tim. Biasakan diri untuk memberikan motivasi yang lebih nyata kepada tim agar kamu dan tim kamu dapat berkembang dan membuahkan hasil kerjasama dengan lebih cepat.

Akhirnya mari kita memilih dan menimbang ke diri kita, kira-kira kita masuk tipe mana dari setidaknya 6 tipe dari sekian banyak tipe pemimpin agar kedepannya kita mampu memimpin, minimal untuk diri sendiri.

Penulis : Gilang

Editor : Nora

Publish : Tahang