Tribratanews.kepri.polri.go.id – Seringkali kita melihat seseorang melakukan sesuatu dengan senang, bergembira dan bersemangat bahkan sampai tidak perduli terhadap keadaan disekitarnya. Mereka mengerjakan dengan fokus dan enjoy siang dan malam. Energy yang dikeluarkan begitu kuat sehingga hasilnya dari pekerjaannyapun  luar biasa. Sehingga lambat laun orang tersebut menjadi ahli dan profesional di pekerjaan tersebut.Di lain pihak kita melihat seseorang melakukan  sesuatu dengan biasa saja secara rutin. Mereka melakukan bak mesin, kapan tombol mulai dan kapan tombol berhenti. Tidak terlalu bersemangat, tiada terpancar rasa senang dan gembira atas pekerjaan tersebut. Dia melakukan karena kewajiban yang mengharuskan dia melakukannya. Hasil dari pekerjaannya tersebut tidak ada yang luar biasa spektakuler.  Wal hasil dari bulan ke bulan, bahkan tahun ke tahun tiada perkembangan atas diri orang tersebut baik dari aspek karier maupun keuangan.

Lalu apa sih yang membedakan keduanya? Mengapa ada orang yang sangat bersemangat melakukan sesuatu, ada yang setengah bersemangat, ada yang kurang bersemangat bahkan juga ada orang yang ogah ogahan melakukannya. Ada juga yang awalnya sangat bersemangat tetapi semakian lama semakin menurun hingga kehilamgan semangat. Tetapi ada juga yang awalnya kurang bersemangat tetapi lambat laun menemukan ritme pekerjaan yang disukai sehingga akhirnya begitubersemangat.  Berbagai macam karakter orang melakukan sesuatu tersebut selalu ada di setiap profesi pekerjaan, disetiap perusahaan, dilembaga lembaga pendidikan dan lain sebagainya.

Ternyata yang mempengarui seseorang dalam melakukan sesuatu adalan passion. Apa passion itu. Seberapa pentingkah passion tersebut dalam menentukan kesuksesan seseorang.

Secara harfiah passion adalah Perasaan dan emosi yang kuat. Pasion bisa diartikan  sebuah perasaan atau emosi terhadap suatu hal yang membuat  seseorang sangat berantusias dalam melakukannya.

Passion bisa juga perpaduan antara kenikmatan, makna dan perasahaan atau dalam bahasa inggris diartikan combination of pleasure, meaning and emotion. Ada juga yang mengartikan bahwa Passion adalah gairah yang benar benar memotivasi seseorang. Passion adalah sesuatu yang selalu bersemangat untuk melakukannya dan tidak pernah bosan untuk selalu melaklukannya. Passion adalah Ruh dan jiwa yang melingkupi kita dalam melakukan sesuatu dengan iklas dan suka rela.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki passion sendiri- sendiri. Seiring berjalannya waktu, bertambahnya usia, dan banyknya pengalaman, setiap orang akan mulai dan lebih mengenali dirinya. Dengan hobi yg terus dilakukan, ataupun terasahnya bakat, atau keterpaksaan yang menjadikan kebiasaan, passion orang dapat terlihat.

Ia hadir untuk menyeimbangkan hidup dari segala rutinitas kesibukan belajar, pekerja kantoran, ataupun kehidupan yang terkadang menyebalkan dan tak berkompromi. Ia seakan menjadi kawan terdekat yg selalu mengerti. Ia akan menuntun hingga kembali on the right track dan bersemangat.

Passion, bukanlah sesuatu yang dapat dibeli di toko. Ia sebenarnya ada dalam diri setiap manusia dalam banyak bentuk. Ia tak dapat mati, atau hilang. Mungkin kita akan melupakannya sesaat atau beberapa waktu. Entah akrena kesibukan baru atau bertambahnya usia. Namun suatu saat, ia akan meronta keluar dan ‘memaksa’ kita untuk menjadi diri kita yang sebetulnya tak pernah berubah. Tugas kita sederhana. Temukan, lalu kembangkan.

Memiliki passion akan meningkatkan daya tahan dalam bekerja atau melakukan sesuatu. Bekerja dengan passion, meniti karier dengan passion dan melakukan hubungan dengan passion tentu akan bertahan lama. Tantangan dan rintangan apapun tidak akan  mengendorkan semangat yang telah tertanam. Semangat besar tantangan dan rintangan akan semakin tertantang untuk menaklukkannya. Orang yang memiliki passion pantang menyerah ‘never give up”, apalagi takluk dan bertekuk lutut di hadapan situasi dan kondisi yang tidak mendukungnya. Orang yang memiliki passion akan selalu mencari jalan keluar, kreatif dalam mengembangkan strategy dan berani mengambil resiko demi impian impiannya.

Kita pasti sudah sering dengar soal betapa pentingnya menemukan passion. Banyak orang sukses bilang bekerja berdasarkan passion kita adalah hal terbaik. Hal ini kedengaranya klise but it’s true. Soalnya, kalau kita bekerja dalam bidang yang memang kita minati, pasti dilakukannya dengan semangat dan sepenuh hati.

Tapi soal menemukan passion memang easier said than done, alias lebih gampang diucapkan daripada dilakukan.

“Udah segede gini, tapi, kok, gue belum punya tujuan hidup, ya. Jangankan tujuan hidup, punya hobi pun nggak!”. Jangan-jangan, kamu termasuk yang merasa begini?

Ternyata passion itu bukan untuk seedar ditemukan, tetapi lebih dari itu harus dikembangkan. Caranya adalah dengan mengasah berbagai minat dan bakat.

Kenapa biasanya seseorang sulit mengetahui dan mengembangkan passion-nya?  Penyebabnya, bisa jadi karena alasan-alasan di bawah ini.

  • Tidak mau terbuka terhadap hal-hal baru

Bagaimana mau menemukan dan mengasah passion, kalau memperluas zona nyamans aja tidak mau?

Selama pengetahuan dan pandangan kita sempit, kita tidak bisa mencoba hal baru yang mungkin saja menjadi keahlian dan passion kamu. Contoh kita menutup diri ketika diajak ke pameran seni atau diminta untuk coba menjual suatu barang. Kita tidak membuka kesempatan merasakan betapa asyiknya bergelut di dunia seni, berdagang atau di bidang lainnya. Maka akan susah menemukan apa yang benar-benar menarik minat kita.

  • Tidak percaya bahwa passiontersebut bisa dilakukan

Seseorang seringkali gagal mengikuti passionnya bukan karena dia tidak tahu passionnya apa, melainkan karena dia tidak percaya bahwa hal tersebut bisa dilakukan. Misalnya, orang yang punya passion membangun karier di dunia musik sering mundur karena nggak percaya bahwa musik bisa memberinya peluang-peluang besar untuk sukses.

  • Terlalu banyak menyukai sesuatu

Punya terlalu banyak hobi? Sering pindah-pindah hobi?

Menurut David Heart, seorang human resources expert di California, akan lebih baik bagi seseorang untuk menjadi ahli di satu bidang daripada bisa melakukan banyak hal tapi hanya permukaannya saja.

Sayangnya, banyak orang berpikir sebaliknya. Orang yang bisa melakukan banyak hal malah dianggap keren. Padahal, terlalu menyukai banyak hal malah bikin orang tersebut semakin kesulitan dalam menemukan passionnnya.

  • Cepat menyerah dalam mengasah minat-bakat

Perjalanan dalam menemukan dan mengasah passion memang panjang. Hal tersebut adalah rangkaian trial and eror yang berulang. Banyak eksperimen yang harus dilakukan. Passion tidak bisa dibangun dalam semalam. Apalagi, kita tidak berkesempatan mengasahnya sejak awal.

Kegagalan pertama bukan berarti tanda bahwa hal tersebut bukan passion kita, tapi terlalu cepat menyerah malah bikin lebih sulit mempertajam skill dan mengembangkan passion .

  • Sibuk memikirkan kesuksesan orang lain

Apakah waktu kita sering terpakai buat sibuk memikirkan kesuksesan orang lain?

Terlalu sibuk melihat, memikirkan dan ingin meniru kesuksesan orang lain bikin boleh jadi membuat kita nggak melakukan apa yang benar-benar menarik buat diri sendiri. Seringkali kita sekarang menjadikan hidup orang lain sebagai lifegoal padahal, belum tentu passion kita sama. Boleh saja kita melihat kesuksesan orang lain sebagai pemicu diri kita, tapi jangan sampai tujuan hidup orang lain menjadi passion kita.

Apapun yang kita lakukan, selama kita percaya bahwa itu adalah hal yang menarik dan baik buat kita, image keren itu bakal muncul dengan sendirinya. Teruslah mengasah minat dan bakat kita, agar kinerja kita di semua bidang kehidupan yang kita geluti mampu bersinergi dengan passion yang kita kembangkan.

Penulis : Gilang

Editor : Nora

Publish : Tahang