Tribratanews.kepri.polri.go.id – Pengertian moral adalah sebuah tata laku atau perbuatan yang berasal dari kesadaran individu atau diri sendiri dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Moral ini selain berdampak pada individu, namun juga sangat memungkinkan berdampak kepada orang lain.

Moral yang baik atau buruk, tergantung pada nurani dan budi pekerti yang dimiliki oleh masing-masing individu. Karena setiap orang memiliki pemahaman dan penerapan budi pekerti yang berbeda-beda, maka moral setiap orang juga berbeda-beda. Penilaian tentang baik atau buruknya moral seseorang ini akan berdampak langsung kepada sebuah kelompok / organisasi, dan masyarakat.

Contohnya adalah ketika seseorang dikatakan tidak bermoral, dia akan melakukan hal-hal buruk yang dapat merugikan masyarakat misalnya melakukan pelecehan, pembunuhan, pencurian, tidak menghormati orang yang lebih tua, dan lain sebagainya. Kembali lagi yang akan menilai suatu tindakan itu bermoral atau tidak adalah orang lain atau masyarakat. Sehingga moral adalah suatu tindakan dan interaksi yang dilakukan seseorang dimana  tindakan tersebut akan dinilai apakah dapat diterima atau tidak dengan norma dan budaya yang berlaku di masyarakat.

Beberapa waktu yang lalu,  ramai diperbincangkan kasus tewasnya salah satu pelajar SMA di Bogor yang menjadi korban aksi duel ala gladiator para pelajar. Dalam kasus itu orangtua mempunyai peranan penting untuk memberikan pengawasan lebih kepada anak-anaknya, utamanya pada para remaja yang masih mencari jati diri dan ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Semestinya kita harus menyadari pentingnya mengawasi anak dari sejak usia dini. Apalagi, saat ini permainan (game) gadget yang berisi game kekerasan banyak beredar. Salah satunya game peperangan yang akan berpotensi membentuk karakter seorang anak yang keras.

Untuk itu, pendidikan sejak usia dini ini sangat berperan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang akan membentuk karakter anak selain itu mental, dan spiritual juga agar anak berakhlak mulia dan berbudi luhur.

Tidak dimungkiri, harmonisasi sebuah keluarga juga sangat memengaruhi pembentukan karakater seorang anak. Kasus semacam itu bisa saja akibat kurangnya keharmonisan dalam keluarga atau bahkan karena adanya kekerasan dalam rumah yang membuat pelaku mencari kenyamanan di luar. Bila tidak hati-hati dalam pergaulan, bisa membawa mereka pada pergaulan yang kurang baik seperti miras, penyalahgunaan obat-obat terlarang, dan akrab dengan ke­kerasan.

Pengawasan terhadap seorang anak remaja tidak hanya dilakukan orangtua, peran sekolah dan pemerintahan juga penting dilakukan. Sekolah bisa memberikan wadah dengan mengadakan berbagai seminar atau penyuluhan kepada para pelajar agar mereka tersadar akan pentingnya nilai-nilai moral.

Begitu pula dengan peran pemerintah yang merangkul para remaja untuk bisa menjadi generasi penerus bangsa yang bermoral dan ber­akhlak mulia.*rlp

 

Penulis          : Yolan

Editor            : Tahang

Publisher      : Tahang

 

Klik Icon Untuk Sharing