Tribratanews.kepri.polri.go.id – Situasi nasional yang berkembang akhir-akhir ini, telah menempatkan insitusi Polri kerap kali berada pada maqam yang rendah dari sisi pencitraan. Tak disangkal lagi, Polri kini semakin tersudut di tengah derasnya terpaan opini publik yang datang bergelombang. Dengan berbagai  upaya dan metode dilakukan oleh Polri guna tetap menstabilkan citranya di tengah- tengah masyarakat yang kian majemuk dan kompleks.

Krisis Komunikasi

Di luar persoalan hukum yang kian rumit, Polri kini mengalami krisis yang harus segera diatasi yakni krisis komunikasi. Berbagai persoalan kian kusut masai karena tak ada sebuah pengelolaan strategi komunikasi yang memadai. Orientasi proses komunikasi yang berupaya menciptakan good will (niat baik) dan mutual understanding (pemahaman bersama), nyaris tak nampak diorganisasikan dengan baik . Alih-alih menyelsaikan masalah dengan pendekatan komunikasi strategik, terkadang Polri justru terjebak pada berbagai tindakan blunder yang kontraproduktif bagi upaya meminimalisir opini negatif.

Sebagai pranata negara yang hadir sebagai pelindung, pengayom, pelayan dan penegak hukum masyarakat khalayak yakin bahwa jauh dalam sanubari Polri dalam melaksanakan penjagaan kamtibmas terus berupaya untuk memuaskan pelanggannya yaitu rakyat. Sebagaimana core bisnis Polri sebagai lenbaga nirlaba yaitu bagaimana mendapatkan kepercyaan masyarakat. Dari sekian banyak pengabdian yang dihadirkan Polri, masih ditemukan keterpurukan Polri karena komunikasi yang keliru dengan masyarakat kataknlah kasus seorang Kapolres yang Misskomunikasi dengan Wartawan dan masih banyak lagi yang lainya.

Langkah Komunikatif

Institusi Polri tentu saja harus diselamatkan, sama halnya dukungan untuk penyelamatan lembaga- lembaga lain sebagai simbol negara. Bagaimanapun institusi Polri menjadi pilar proses demokrasi di negeri ini. Tak ada kata terlambat bagi Polri untuk melakukan reformulasi citra lembaga. Bisa saja orang mengatakan yang terpenting saat ini adalah penyelsaian masalah hukum. Kita juga sepakat, bahwa di sebuh negara hukum maka segala penyelsaian terlebih menyangkut hak-hak sipil politik warganegara, perlindungan uang negara dan eksistensi lembaga-lembaga negara, maka hukumlah solusinya. Namun demikian, itu saja tidak cukup. Penyelsaian hukum butuh difasilitasi oleh rasa saling percaya, saling memahami, niat baik untuk bekerjasama dan tentunya adalah hubungan baik yang efektif. Itu semua akan diperoleh melalui komunikasi. Ada tiga hal yang mesti dilakukan para petinggi Polri sebagai solusi dari perspektif komunikasi dalam rangka lebih menguatkan lagi citra Polri dimata masyarakat.

Pertama, para petinggi Polri harus lebih menyadari dan mengimplementasikan tipe diri komunikator yang memiliki sensitivitas retoris (rhetorically sensitive). Merujuk pada pendapat Roderick P Hart (dalam Littlejohn, Theories of Human Communication, 1999: 103) tipe rhetorically sensitive ini berupaya mewujudukan kepentingan sendiri, orang lain, dan sikap situasional. Sebagai individu dan bagian korps, para petinggi Polri tentu punya kepentingan, tetapi juga harus mendengar dan menerima masukan dari masyarakat. Dengan kepekaan terhadap situasi, maka Polri akan mampu mengembangkan pemahaman bersama.

Kedua, secara halus dan cerdik mengefektikan kembali teknik plain folk.  Teknik ini membuat identifikasi bahwa Polri akan selalu menjadi bagian dari rakyat. Ada baiknya, tak cukup berhenti pada upaya identifikasi yang sifatnya artifisial, Polri juga seyogianya dapat menunjukkan bahwa institusinya memang memiliki niat kuat untuk membuat kebijakan-kebijakan pro masyarakat.

Ketiga, memperbaiki hubungan dengan media massa. Para pejabat Polri mesti selalu menyadari bahwa opini publik itu selalu merupakan respon aktif masyarakat, dikonstruksi dan akan senantiasa menyumbang citra. Tak ada opini publik yang muncul secara natural. Oleh karenanya, posisi media menjadi sangat strategis untuk memfasilitasi manajemen kesan (impression management) bagi citra positif Polri saat ini dan di masa mendatang.

Penulis : Gilang

Editor : Edi

Publish : Yolan

Klik Icon Untuk Sharing