Tribratanews.kepri.polri.go.id – Fenomena pertarungan opini di media sosial sangat memengaruhi kehidupan sosial di dunia nyata. Dunia nyata adalah dunia yang penuh dengan realitas, kasatmata, terbukti secara fakta, dan diperkuat oleh data. Adapun dunia maya yaitu dunia yang tidak dapat diraba dan tidak dapat bertemu secara langsung dan bertatap mata dengan lawan interaksi sosial.

Kebebasan memang suatu sisi dalam berdemokrasi, namun bukan berarti bahwa kita bebas menyebarkan berita dan informasi yang belum tentu ada fakta dan data pendukungnya. Dunia media sosial, memang membenarkan kebebasan berekspresi menyampaikan pendapat, namun sebelum disebarkan harus terlebih dulu didukung oleh data dan fakta-fakta. Mengapa penting data dan fakta-fakta pendukung? Agar informasi yang disampaikan dapat mendidik dan memberikan pencerahan bagi masyarakat yang membacanya.

Dunia maya selama ini hanya lebih banyak mengandalkan pencarian identitas seseorang yang melakukan posting, sehingga untuk menemukan orang yang menyebar berita macam itu siapa pun kesulitan. Kini ada inisiatif pemerintah untuk memberikan pembatasan penggunaan media sosial.

Pembatasan penggunaan media sosial dan kelengkapan identitas pemilik akunnya merupakan langkah maju bagi pemerintah untuk mengantisipasi pemakaian media sosial yang tidak bertanggung jawab. Keberadaan media sosial memang sangat bermanfaat bagi masyarakat, namun perlu ada penyaringan agar masyarakat tidak terjebak oleh berita-berita yang merugikan.

Dalam dunia media sosial (dunia maya) pun seharusnya setiap individu perlu memperhatikan norma-norma sosial itu dalam menyampaikan pesan dan gagasan –antara lain tidak berisi tentang ancaman dan kekerasan. Komunitas pengguna media sosial harusnya memperhatikan aturan-aturan tidak tertulis pula, di antaranya ada prinsip saling menghargai, saling memanusiakan manusia, menjaga aib seseorang, serta tidak menyinggung hak-hak orang lain.

 

Penulis : Yolan

Editor   : Edi

Publish  : Tahang

Klik Icon Untuk Sharing