Tribratanews.kepri.polri.go.id – Jarimu adalah harimaumu,  diera digital saat ini pribahasa tersebut bisa menjadi bumerang untuk orang-orang yang menyebarkan ujiran kebencian. Tersangka RS (27 ) terpaksa menjalani proses hukum akibat unggahan postingan berbau SARA dalam akun facebook pribadinya,  Minggu (13/5/18) sekira pukul 19.30 Wib di Kota Batam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan membenarkan hal tersebut, atas dasar laporan salah satu masyarakat yang melihat unggahan postingannya tersebut yang mana telah menghina suatu agama.

AKP Andri Kurniawan menerangkan Tersangka RS memuat ujaran kebencian kepada Agama Islam, kemudian Opsnal Reskrim Polresta Barelang melakukan penyelidikan lapangan dan didapati informasi bahwa Tersangka RS tinggal di Perumahan Citra Pendawa Asri.  kemudian Pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 sekira pukul 00.30 Wib, Reskrim Polresta Barelang berhasil mengamankan Pelaku a.n RIA, Selanjutnya Pelaku Selanjutnya di bawa ke Polresta Barelang untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“RS mengaku sangat menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada masyarakat. Namun sayang setelah permintaan maaf RS terucap, proses hukum tetap berlanjut,”ujar AKP Andri.

AKP Andri Atas perbuatannya Tersangka RS dijerat Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang  RI No. 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun.

Klik Icon Untuk Sharing