Tribratanews.kepri.polri.go.id – Jika kita melihat kondisi Indonesia saat ini, secara umum terasa masih dalam kondisi kokoh, dengan semoboyan NKRI harga mati tetap menggema. Tapi kalau mau jujur, dan melihat secara terbuka keadaan sebenarnya, ada kerapuhan memprihatinkan. Politik identitas yang dibangun dalam rangka kepentingan politik yang berujung pada kekuasaan telah membuat situasi arus bawah tidak solid. Fanatisme identitas yang dibangun oleh kekuatan politik, baik itu dengan basis agama, etnis, fanatisme kedaerahan, atau kelompok tertentu telah membuka mata kita bahwa ada persoalan di negeri ini yang harus diselesaikan.

Tak bisa dipungkiri, Pilkada serentak di satu sisi menunjukkan keberhasilan, berlangsungan aman dan lancar tanpa gangguan kamtibmas signifikan. Namun pada sisi lain telah menimbulkan ekses negatif yaitu berkembangnya politisasi identitas. Politisasi identitas sejatinya adalah bibit intoleransi, karena jika tidak terkelola dengan baik akan menuju pengkotak-kotakan warga.

Jika secara masif tidak terkendali, hal itu jelas akan menjadi sumber perpecahan warga yang akan memicu konflik sosial. Konflik sosial yang masif, dan tidak bisa dikendalikan akan menjadi bola liar, merupakan awal dari reruntuhan kesatuan dan persatuan yang telah diperjuangkan para founding fathers negeri ini.

Oleh karena itu, bagi bangsa Indonesia merawat keragaman menjadi sangat penting. Inilah tugas kita bersama, dan Polri menjadi bagian utama dari tugasnya.

Tentu saja hal ini tidak mudah. Apalagi persoalan yang dihadapi Polri saat ini sangatlah kompleks. Tidak hanya menangani masalah kriminalitas, juga berbagai model kejahatan, dimana Polri dituntut untuk selalu mampu mengatasinya.

Bagi Polri, merawat kebhinnekaan adalah keniscayaan. Tidak ada wilayah di bumi Indonesia yang tidak ada anggota Polri. Dengan kewenangan yang dipunyai, peran luhur untuk menjadi perekat bangsa bisa dilakukan oleh Polri, dengan pelibatan semua fungsi yang ada, oleh seluruh jajaran yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Oleh karena itu, pelibatan seluruh anggota Polri melalui tugas pokoknya sebagai anggota Polri dan perannya sebagai bagian dari komunitas warga, akan sangat berarti melalui sikap ikut menjaga dan mengajak penyebaran “virus“ toleransi dalam rangka merawat kebhinnekaan, untuk NKRI tetap kokoh berdiri.

Penulis    : Yolan

Editorr     : Edi

Publis     :  Tahang

Klik Icon Untuk Sharing