Tribratanews.kepri.polri.go.id – Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.

Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis / over dossis.

Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Berbagai upaya telah dilakukan Kepolisian Republik Indonesia untuk menanggulangi masalah narkoba yang semakin marak ini, seperti kasus yang baru saja terjad di Kepulauan Riau. Kapolda Kepri beberkan modus operandi jaringan pengedar narkoba Cina-Malaysia-Indonesia dalam ekspos perkara di wilayah Karimun.

Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Didid Widjanardi, SH, memimpin langasung ekspos pengungkapan sindikat internasional sendikat Narkoba.

Ekspos tersebut berlangaung di Pantai Tanjung Ambat Kelurahan Lubuk Puding Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun.

Kapolda didampingi Dir Narkoba Polda Kepri, Kabid Humas Polda Kepri, Kapolres Karimun serta Para Pejabat Utama Polda Kepri, Dandim 0317 TBK, Danlanal Karimun, Asisten I Kabupaten Karimun, Kakan KPPBC, serta FKPD dan Unsur terkait.

Irjen Pol Didid Widjanardi, menerangkan sabu yang diseludupukan pelaku adalah berberat 19.770 gram atau 19,77 kg (kilogram).

“Tersangka berafiliasi dengan kelompok jaringan Malaysia-Indonesia dengan wilayah pemasaran Kepulauan Riau, Lampung dan Jawa. Kelompok jaringan Samad dkk (dan kawan-kawan) sudah melakukan penyelundupan narkotika jenis sabu dengan modus operandi yang sama sebanyak empat kali,” kata Irjen Pol Didid Widjanardi.

Dia mengatakan, modus operandi yang dilakukan jaringan Samad dkk terungkap pada Desember 2017.

Berikut modusnya:

1. Jaringan Samad dkk menjual narkotika jenis sabu sebanyak 1 Kg kepada Atta di Pulau Sebele, Kecamatan Urung, Kabupaten Karimun.

2. Kemudian, pada Januari 2018 menjual narkotika jenis sabu sebanyak 3 kg kepada Otk di Pulau Degung Kecamatan Belat Kabupaten Karimun.

3. Selanjutnya, Februari 2018 menjual narkotika jenis sabu sebanyak 9,77 kg kepada orang tak dikenal (OTK) di Pulau Degung Kecamatan Belat Kabupaten Karimun.

“Berdasarkan ciri-ciri kemasan atau bungkus yang digunakan untuk membungkus narkotika jenis sabu yaitu bungkus teh Cina merk Guanyin Wang, merupakan modus jaringan internasional Cina –Malaysia – Indonesia,” katanya.

4. Modus yang dilakukan pelaku jaringan internasional ini saling bertransaksi di perairan internasional dengan cara dihanyutkan dan dijemput oleh pelaku dengan menggunakan speed boat.

Penulis : Rexi

Editor : Edi

Publish : Tahang

Klik Icon Untuk Sharing