Tribratanews.kepri.polri.go.id – Di masa modern yang serba canggih ini, kita semakin dimudahkan dengan kehadiran teknologi. Teknologi memanjakan kita untuk mendapatkan informasi, hiburan, bahkan kebutuhan hidup dengan mudah, sehingga teknologi lah yang kini menjadi kebutuhan.

Informasi dan hiburan adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari pentingnya teknologi. Sebuah alat yang sudah pasti setiap orang miliki seperti gadget dan televisi dapat memberikan hal tersebut dengan mudah kapan saja dan dimana saja. Tetapi, siapa sangka bahwa banyak sekali dampak negatif yang akan generasi mudah tuai?

Banyak sekali hiburan di televisi atau internet seperti film, sinetron, iklan, dan kartun yang menjadi sorotan cemas orang tua. Bagaimana tidak? Terkadang para penyedia atau pembuat film dan sejenisnya itu tidak memberikan label atau aturan untuk apa dan layak ditonton untuk siapa. Sehingga anak-anak pun dapat menonton adegan dewasa tanpa sensor. Akibatnya, semakin rusak moral generasi muda.

Disini, peran kita sebagai masyarakat adalah membantu Lembaga Sensor Film yang bertugas memberi label pada per-film-an. Lembaga sensor film sudah berupaya memberi label seperti ‘bimbingan orang tua’ atau label usia yang dapat menontonnya. Tidak hanya itu, lembag sensor film juga berupaya memilih dan memilah mana yang layak untuk di siarkan.

Tetapi, upaya itu saja ternyata masih belum cukup. Peran kita adalah mengawasi dan membimbing anak-anak dalam menonton sesuai label yang diberikan lembaga sensor film.

Kita juga harus aktif memilih tayangan yang akan ditonton oleh anak-anak dan juga harus bersikap tegas apabila mendapatkan anak menonton tayangan yang tidak sesuai dengan usia nya.

Maka dari itu, ada baiknya kita mulai budaya sensor mandiri. Artinya kita mulai dari diri sendiri memilah dan memilih tontonan yang baik. Tontonan yang baik tentu saja tontonan yang dapat diambil manfaatnya dari yang kita lihat tersebut. Kemudian apabila ada anak-anak kita yang menonton televisi, ada baiknya pula didampingi. Mendampingi dalam artian turut menjelaskan pada anak tentang hal-hal yang ditampilkan itu. Secara tidak langsung anak dengan sendirinya akan punya “daya sensor” sendiri tentang hal-hal yang ditontonnya.

Penulis : Rexi

Editor : Edi

Publish : Tahang

Klik Icon Untuk Sharing