Tribratanews.kepri.polri.go.id – Merokok adalah gangguan publik yang nyata, yang seharusnya dibatasi pada privasi rumah atau tempat pribadi lainnya. Namun, merokok di tempat umum merupakan hak istimewa yang harus dicopot demi kebaikan. Sejak awal, merokok merupakan kebiasaan kontroversial, yang tidak disukai karena sifat adiktifnya. Merokok memunculkan hal terburuk dalam hal orang yang layak. Ketika seorang perokok diminta untuk memadamkan rokok mereka karena asap menyinggung seorang perokok, banyak perokok akan berpendapat bahwa mereka memiliki hak untuk merokok. Tidak ada kebenaran atas pernyataan itu. Merokok adalah hak istimewa, bukan hak. Bukan hanya di tempat umum, merokok sangat berbahaya dan merugikan apabila dilakukan saat berkendara.

Begitu juga dengan mendengarkan musik saat berkendara adalah hal yang berbahaya. Bagaimana tidak? Penelitian Brodsky mengungkapkan bahwa level konsentrasi seseorang akan berkurang ketika lagu favoritnya mulai terdengar. Berkurangnya fokus akan ditandai saat pengemudi mulai ikut bernyanyi, menggerakan tubuh, memainkan instrumen imajiner, atau mungkin pura-pura memegang mikropone seiring lagu.

 

Bahaya merokok bagi kesehatan bukan rahasia umum. Akan tetapi, sekalipun semua orang tahu persis bahaya merokok, hal ini tidak membuat para perokok serta-merta berhenti merokok. Selain itu, tidak hanya perokok aktif yang mendapatan efek negatif rokok.Perokok Pasif yang terkena asapnya saja bisa mendapatkan efek dari rokok yang membahayakan.

Di Inggris sendiri ada sekitar 100 ribu orang meninggal setiap tahunnya karena merokok. Kematian terebut berhubungan dengan bahaya merokok yang bisa menyebabkan penyakit kanker, penyakit paru, dan Penyakit Jantung.

Di Indonesia, persentase orang yang mengonsumsi rokok dinyatakan terbesar se-Asia Tenggara. Selain itu, berdasarkan data yang diterbitkan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Southeast Asia Tobacco Control Alliance, beserta Komisi Pengendalian Tembakau, Indonesia menduduki urutan ketiga dengan jumlah perokok terbanyak di dunia setelah China dan India pada tahun 2012.

Merokok memang meningkatkan risiko sejumlah penyakit dengan kandungan yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah nikotin.

Berikut beberapa bahaya merokok dan beberapa penyakit yang timbul karena rokok :

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Kanker paru-paru.
  • Penyakit Jantung.
  • Kanker, seperti kanker mulut, hidung tenggorokan, kerongkongan (esofasgus), pankreas, kandung kemih, leher rahim, darah (leukemia), dan ginjal.
  • Bahan kimia pada tembakau dapat merusak lapian pembuluh darah dan memengaruhi jumlah lemak dalam aliran darah. Hal tersebut meningkatkan risiko penyakit pengerasan pembuluh darah (ateroma).

Penulis : Rexi

Editor : Edi

Publish : Tahang

Klik Icon Untuk Sharing