Tribratanews.kepri.polri.go.id – Setelah kita mengevaluasi diri masing-masing pada tugas tugas menulis kejujuran” Siapa saya” pada dasarnya dalam diri manusia mempunyai potensi yang harus dibina dan dikembangkan sebagai nikmat dan karunia Tuhan YME. Tuhan menganugrahkan manusia antara lain berupa kemampuan yang bersifat potensial. Manusia sendiri berkewajiban untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut agar menjadi kemampuan yang actual dan berwujud nyata. Kemampuan potensial manusia itu adalah :

  • Keyakinan dan Kepercayaan ( iman ), dapat dikembangkan melalui Pendidikan Agama secara sehat, terarah dan bermanfaat.
  • Potensi cipta ( Berfikir obyektif rasional ), dapat dikembangkan melalui Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Logika sehingga aktualisasi itu dapat menghasilkan kebenaran secara sehat, tinggi, terarah dan bermanfaat.
  • Potensi Karsa – berkehendak ( etika ), dikembangkan melalui Pendidikan Moral, Budi Pekerti, sehingga pengembangan itu dapat meningkatkan kemampuan untuk memilih sikap dan perbuatan mana yang baik dan buruk sehingga mewujudkan dorongan batin yang mendasari dan melandasi segala perilaku manusia.
  • Potensi Rasa ( Estetika ), dikembangkan melalui Pendidikan Seni Budaya dan Humaniora sehingga pengembangan tersebut dapat menciptakan kemampuan berapresiasi dan berkreasi seni budaya secara sehat, tinggi, terarah dan bermanfaat.
  • Potensi karya, dikembangkan melalui Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan sehingga dapat menciptakan kemampuan berkarya secara sehat, terarah dan bermanfaat.
  • Kemampuan untuk berkomunikasi dan melakukan jaringan kerjasama, baik secara langsung maupun melalui sarana teknologi apapun.
  • Kemampuan bekerja team dan team kerja dapat dikembangkan dengan kesadaran akan kepentingan bersama.
  • Pengembangan kemampuan memadukan semua potensi itu dikembangkan melalui pendidikan filsafat manajemen dan kemampuan meninjau sesuatu secara menyeluruh, sehingga pengembangan hati nurani itu menghasilkan budi nurani.

Aktualisasi potensi-potensi yang ada pada setiap individu bila dikembangkan secara sadar akan menghasilkan manusia taqwa ( dari beriman ), manusia cerdas berilmu yang menemukan kebenaran ( dari logika, cipta ); manusia berapereasi dan kreatif yang menghargai keindahan dan kehalusan rasa ( dari estetika, rasa ); manusia berwatak, bermoral, sopan santun, bebudi pekerti, berjiwa dan bersemangat kebangsaan, cinta tanah air, dan perilakunya menjunjung tinggi semua kebaikan ( dari etika, karsa, kehendak ), dan manusia terampil, berpraktisa, berguna serta dapat mengamalkan karya-karya nyatanya untuk dipergunakan dalam kehidupan masyarakat (dari praktika, karya). Yang terakhir adalah mengaktualisasikan potensi dari hati nurani, bila dilakukan dengan sadar, akan menghasilkan budi nurani yang pada gilirannya menghasilkan manusia bijak, arif dan bijaksana.

Aktualisasi atau pengembangan keseluruhan kemampuan potensi itu, secara kebulatan merupakan kemampuan potensial untuk hidup, baik untuk hidup sendiri maupaun bersama orang lain, hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, hidup antar bangsa, dan hidup dalam lingkungan alam semesta.

Siap tidak siap kita pasti akan mengalami ketidakberdayaan, peningkatan harga-harga kebutuhan hidup manusia, persaingan usaha, persaingan SDM. Pengangguran mengalami peningkatan yang signifikan akan lesunya industri dan perdagangan menambah keterpurukan bangsa Indonesia yang kita cintai bersama. Apakah kita pasrah dan bagaimana nasib kita dimasa datang?

Apa yang kita lakukan akan kelemahan – kelemahan kita dari sifat kita yang malas, sumber daya manusia rendah, minder, sombong, sok pinter, dan berbagai pikiran negatif lainnya yang sering menghantui kita, iri, tidak suka orang lain berhasil, tidak suka lembaga tempat kita belajar maju dan berkembang, sifat dengki, adu domba, fitnah dsb semuanya merupakan virus virus hidup kita yang harus kita basmi oleh kita sendiri. Kita mau berpikir positif atau berpikir negative dalam menjalankan hidup itu adalah pilihan kita.

Hiduplah dengan senyuman, sabar dan ikhlas , Pancasila mengajarkan kita kebaikan etika tata hidup vertical maupun horizontal, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari. Kepercayaan, kejujuran, integritas, bertanggungjawab, hormat pada aturan & hukum masyarakat, hormat pada hak orang/ warga lain, cinta pada pekerjaan, hidup sederhana, bekerja keras, tapat waktu, berusaha keras untuk menabung & investasi. Belajarlah menjadi orang yang bahagia dengan apa yang anda miliki sementara anda tetap berusaha mendapatkan apa yang masih belum anda capai. Bila semua itu dilakukan niscaya hidup akan lebih bermakna positif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Penulis : Tahang

Editor Edi

Publish Yolan

Klik Icon Untuk Sharing